
UPdates—Piala Dunia 2026 sudah berakhir dengan kemenangan 1-0 Spanyol atas sang juara bertahan, Argentina. Namun, sorotan laga final terus berlanjut hingga belasan jam setelahnya.
You may also like :
Gavi Siap Comeback setelah Absen 6 Bulan
Video kejadian pasca pertandingan yang berubah menjadi pertunjukan gladiator seperti di masa Romawi Kuno dahulu menjadi tontonan lanjutan.
Setelah pertandingan, pemain hingga asisten pelatih Argentina memukul, menendang, meninju, hingga menghempaskan pemain-pemain Spanyol ke lapangan.
Pemandangan itu sekilas tak ubahnya seperti acara SmackDown. Pemain-pemain Spanyol dihajar dan tersungkur di atas lapangan hijau tempat mereka merayakan gelar.
Kejadian pertama melibatkan bek Argentina, Nahuel Molina yang memukul kapten Spanyol, Rodri yang sedang berlari ke lapangan untuk merayakan kemenangan bersama rekan-rekan setimnya usai peluit akhir dibunyikan.
Molina terlihat melayangkan pukulan ke dada gelandang Manchester City tersebut. Tak terima dipukul tanpa alasan, Rodri pun berhenti dan menghadapi Molina, yang kemudian memicu perkelahian antara kedua pemain tersebut.
Dalam insiden terpisah, Rodri terlihat adu mulut dengan bek senior Argentina, Nicolas Otamendi.
Video lain memperlihatkan Molina dan gelandang Argentina, Leandro Paredes mencengkeram leher gelandang Spanyol, Gavi dan memukulnya hingga gelandang Barcelona itu tersungkur di lapangan.
Rekaman aksi Paredes salah satunya diunggah pakar transfer, Fabrizio Romano di X. Dalam rekaman itu, Paredes awalnya terlihat menendang Eric Garcia hingga terjatuh. Sesaat kemudian, mantan pemain PSG itu sudah bergulat dengan Gavi.
Unggahan Fabrizio Romano viral dan dalam 14 jam dilihat 32 juta kali.
Ada juga video yang dibagikan akun X, Ataque Futbolero yang memperlihatkan Asisten Pelatih Argentina, Roberto Ayala meninju wajah playmaker Spanyol, Dani Olmo.
Gelandang Barcelona itu menunjukkan pengendalian diri yang luar biasa dengan tidak membalas dan dibawa pergi dari tempat kejadian oleh pelatih kepala Spanyol, Luis de la Fuente.
“Argentina kemungkinan akan menghadapi sanksi FIFA menyusul kejadian memalukan yang menodai pasca-final Piala Dunia,” tulis Metro sebagaimana dilansir Keidenesia.tv, Senin, 20 Juli 2026.
Tindakan pemain dan asisten pelatih Argentina yang mengubah lapangan hijau menjadi panggung “SmackDown” mendapat kecaman.
Legenda Inggris, Gary Neville menyebut Paredes bertindak sangat memalukan. “Dia memalukan,” katanya di Metro.
Mantan pemain Manchester United itu mengatakan, dirinya menyukai daya saing Argentina dan mereka pantas mendapat pujian karena berjuang mati-matian sepanjang turnamen. Termasuk saat mereka dikalahkan Spanyol.
Namun, ia menyebut Paredes menghancurkan reputasinya. “Dia telah mempermalukan diri sendiri dalam beberapa pertandingan terakhir. Mengapa wasit membiarkannya melakukan itu, saya tidak tahu,” ujarnya.
Legenda Inggris lainnya, Alan Shearer, juga mengecam keras Paredes. “Paredes melayangkan dua atau tiga pukulan keras ke wajah seseorang. Dia sengaja menyerang mereka. Tidak ada tempat atau ruang untuk itu,” kecamnya.
Eks striker Inggris dan Newcastle United itu menegaskan, semua orang tahu betapa berartinya pertandingan final tersebut.
“Kita tahu betapa pentingnya hal itu bagi mereka dan kita tahu betapa sakitnya kekalahan, tetapi ada cara untuk kalah,” katanya.
Seperti halnya Gary Neville, Shearer menuding pemain Argentina sudah seringkali berbuat tidak sportif dan melakukan aksi mengerikan.
“Terlalu sering kita melihat itu dari Argentina. Reaksi setelah peluit akhir sangat mengerikan,” tegasnya.
Dalam wawancara dengan COPE setelah pertandingan, Paredes yang mendapat kartu merah karena aksi brutalnya menjelaskan alasan di balik tindakannya.
Mantan pemain AS Roma itu mengatakan, kemarahan dirinya dipicu oleh ucapan pemain Spanyol yang dinilai menghina Lionel Messi.
“Gavi datang setelah peluit akhir dibunyikan saat semua orang merayakannya. Dia melihat saya dan berkata dalam bahasa Spanyol bahwa tidak ada wasit atau VAR yang membantu Messi hari ini,” ungkap Paredes.
Menurut Paredes, penghinaan itu membuatnya kehilangan kendali. “Saya tidak bisa menerima itu. Sikapnya itu tidak sopan terutama setelah pertandingan sudah berakhir,” tandasnya.