Asap hitam tebal dan kobaran api yang membubung dari kebakaran di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, Jumat, 9 Oktober 2026. (foto:Dok.UGC via AP)

Warga Negara Indonesia di Arab Saudi Diminta Hindari Kawasan Bandara

12 October 2026
Font +
Font -
[ai_summarizer]

UPdates - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul serangkaian serangan dari kelompok Houthi yang menyasar bandara di Arab Saudi, termasuk serangan di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu,10 Oktober 2026.

You may also like : bandara king khalid reuters12 Hari Serangan Houthi di Bandara Saudi, 14 Tewas dan 300 Lebih Terluka

WNI di Saudi juga diminta untuk menghindari lokasi rawan, khususnya kawasan bandara, serta membatasi perjalanan yang tidak mendesak.

You might be interested : wni tentara bayaran rusiaIntelijen Ukraina Sebut 8 WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia, Ini Respons Kemlu dan DPR

Kemlu menyampaikan imbauan tersebut melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh.

"WNI yang akan bepergian dari dan menuju Arab Saudi diimbau untuk memastikan kembali status penerbangannya kepada maskapai masing-masing dan terus mengikuti informasi resmi dari otoritas Arab Saudi maupun KBRI Riyadh," bunyi pernyataan Kemlu RI, Senin, 12 Oktober 2026, yang dilansir Keidenesia.TV dari CNNIndonesia.com.

Kemlu RI menuturkan pihaknya terus memantau perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi dan berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan keselamatan WNI.

Selain diminta menghindari daerah yang berpotensi menjadi titik kerawanan, KBRI Riyadh juga melarang WNI mengambil foto, merekam, menyebarkan, atau membagikan informasi terkait penangkisan rudal dan drone.

"Mengambil foto, merekam, menyebarkan, atau membagikan, informasi terkait penangkisan rudal dan drone, serta lokasi jatuhnya dapat berakibat pada konsekuensi hukum," bunyi imbauan KBRI Riyadh.

Berdasarkan informasi otoritas Arab Saudi, serangan di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu,10 Oktober 2026 menewaskan 12 orang dan melukai 309 orang. Sejumlah korban luka dilaporkan dalam kondisi kritis dan telah mendapatkan penanganan medis di beberapa rumah sakit.

Sebanyak empat korban meninggal merupakan warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.

Serangan tersebut juga menyebabkan operasional Bandara Internasional King Khalid dihentikan sementara untuk pemeriksaan dan penilaian keselamatan.

Hingga Minggu, 11 Oktober 2026, Kemlu memastikan tidak ada WNI yang meninggal dunia dalam insiden tersebut. Namun, pemerintah masih memverifikasi kemungkinan adanya WNI di antara korban luka.

KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah tetap beroperasi serta memberikan pelayanan kekonsuleran dan perlindungan WNI seperti biasa. WNI yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi hotline KBRI Riyadh di nomor +966 569173990 dan KJRI Jeddah di nomor +966 503609667.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Mark Twain

"Rahasia untuk maju adalah memulai."
Load More >