
UPdates—Seorang pria berinisial KD tewas dikeroyok warga di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, hanya karena diduga mencuri ayam aduan.
You may also like :
Lab Narkoba Terbesar Indonesia Ditemukan di Bali, BB Rp1,5 Triliun, untuk Perayaan Tahun Baru
Peristiwa itu memantik sorotan dengan akun Instagram Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya “digeruduk” netizen yang menyayangkan peristiwa tersebut.
Dari pantauan Keidenesia.tv di video-video unggahan I Komang Gede Sanjaya, Minggu, 26 Juli 2026, sejumlah netizen menyoroti aksi tersebut dan mengaitkannya dengan tingkat kesejahteraan warga Tabanan.
Sementara yang lain mendesak sang bupati beserta aparat keamanan terkait untuk memberikan atensi khusus pada peristiwa tersebut.
Bupati Tabanan dalam keterangan ke awak media menyampaikan duka atas meninggalnya KD dalam peristiwa pengeroyokan itu.
Sanjaya meminta masyarakat tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.
“Sebagai Bupati Tabanan, sekaligus sebagai bagian dari masyarakat Tabanan, saya turut prihatin dan berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas musibah ini. Kehilangan satu nyawa adalah duka bagi kita semua,” ujar Sanjaya dalam keterangannya, Minggu, 26 Juli 2026.
Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai kemanusiaan dan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa setiap persoalan yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana harus diselesaikan melalui jalur hukum, bukan dengan tindakan kekerasan.
“Indonesia adalah negara hukum. Sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi adat, etika, dan nilai-nilai susila, mari kita bersama-sama menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” ujar Sanjaya.
Kepada masyarakat, ia meminta mereka memberikan kesempatan kepada aparat kepolisian untuk bekerja mengungkap kasus tersebut.
“Berikan ruang kepada aparat yang berwenang untuk bekerja secara profesional sehingga nantinya dapat menghasilkan keputusan yang adil sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Tabanan kata dia juga menyiapkan santunan bagi keluarga korban yang terdampak peristiwa tersebut.
Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 24 Juli 2026, dini hari sekitar pukul 01.30 WITA. Korban pemilik ayam diketahui bernisial IWS (31), warga Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti.
Aksi pencurian yang diduga dilakukan terduga pelaku saat itu memicu kemarahan warga, karena di wilayah tersebut sudah sering terjadi kasus kehilangan ayam.
Karena pelaku tertangkap tangan, situasi langsung memanas. Massa mengeroyok terduga pelaku hingga tidak sadarkan diri.
Saat petugas Polsek Baturiti tiba di lokasi sekitar pukul 02.00 WITA, terduga pelaku sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Selain mengeroyok terduga pelaku hingga tewas, massa juga membakar sepeda motor yang digunakan pria tersebut.
"Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk identifikasi terduga pelaku," kata Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari CNN Indonesia.
Dalam peristiwa ini, polisi mengamankan satu ekor ayam milik korban, satu bilah golok, serta sebuah tas yang berisi tang, ketapel, batu dan sejumlah uang tunai yang diduga milik terduga pelaku.
Sementara itu, sepeda motor yang digunakan terduga pelaku tidak dapat diamankan sebagai barang bukti karena telah dibakar warga sebelum polisi tiba di lokasi.
Untuk kepentingan penyelidikan, jenazah telah dievakuasi ke RS Semara Ratih. Tim Inafis Satreskrim Polres Tabanan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi sidik jari.
"Pihak kepolisian telah mengambil keterangan dari korban dan saksi-saksi di sekitar TKP guna mendalami kronologi pencurian serta latar belakang keresahan warga," ujarnya.