UPdates—Ledakan terjadi di lingkungan SMA Negeri 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara, tepatnya dalam komplek Kodamar TNI Angkatan Laut (AL) pada Jumat, 7 November 2025 siang.
You may also like :
Roy Suryo, Rismon, dan Dokter Tifa Diperiksa, Kuasa Hukum Yakin tak Ditahan
Peristiwa itu terjadi saat siswa dan guru sedang melaksanakan Salat Jumat di masjid sekolah tersebut.
You might be interested :
Trump ke Presiden Ukraina: Mengapa Anda belum Menyerang Moskow?
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menyebutkan ada setidaknya 54 orang yang mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut.
Pelaku peledakan diduga merupakan salah satu siswa dari sekolah tersebut. Siswa itu dikabarkan mengalami perundungan (bullying).
Saat penyisiran, polisi menemukan benda yang mirip senjata airsoft gun dan revolver. Setelah pemeriksaan, benda itu dipastikan merupakan senjata mainan.
Berikut 11 fakta di balik ledakan tersebut sebagaimana dihimpun Keidenesia.tv, Sabtu, 8 November 2025:
- Ledakan terjadi di area musala sekolah saat Salat Jumat
- Terjadi dua ledakan di dua lokasi berbeda, yakni di tempat salat dan di dekat pintu masuk
- Waktu kejadian diperkirakan sekitar 12.09 WIB–12.15 WIB.
- Dugaan sumber ledakan berasal dari benda menyerupai speaker. Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta menyatakan ledakan itu bersumber dari speaker.
- Ditemukan senjata mainan berwarna hitam dengan tulisan “14 Words. For Agartha” pada selongsong dan “Brenton Tarrant. Welcome to Hell” di badan senjata.
- Hingga Jumat malam, jumlah korban luka dilaporkan 54 orang.
- Mayoritas korban merupakan anak di bawah usia 18 tahun
- Sebanyak 14 siswa yang jadi korban menjalani rawat inap, dengan 7 di antaranya, termasuk terduga pelaku harus menjalani operasi.
- Pelaku diduga adalah siswa sekolah tersebut.
- Siswa itu dikabarkan mengalami perundungan (bullying) yang diduga menjadi motif untuk melakukan aksinya.
- SMAN 72 berada di dalam kompleks Kodamar TNI Angkatan Laut (AL).