
UPdates—Empat puluh sembilan orang tewas kehausan di distrik gurun Sahara terpencil di Niger setelah truk yang mengangkut mereka mogok.
You may also like :
12 Siswa Pingsan Tiap Hari karena Panas Ekstrem, Sekolah Diliburkan di Sudan Selatan
Pemerintah provinsi Agadez dalam sebuah unggahan di Facebook menyebut para korban tewas termasuk dalam kelompok yang kembali dari Mali untuk sebuah festival Muslim ketika mereka kehabisan air.
You might be interested :
Selain di TV, Ini Cara Nonton via Live Streaming Indonesia U-23 vs Mali Malam Ini
Ke-49 orang tersebut meninggal karena kehausan di daerah terpencil lebih dari 80 kilometer sebelah barat Assamaka.
Assamaka adalah titik penyeberangan utama antara Niger dan Aljazair tetapi juga dekat dengan perbatasan Mali.
"Kekurangan air dan tidak dapat memperbaiki kendaraan meskipun upaya pengemudi, asistennya, dan para penumpang, para pelancong mendapati diri mereka terjebak di tengah lingkungan yang keras di mana suhu ekstrem dan tidak adanya titik pasokan membuat kelangsungan hidup sangat sulit," jelas pemerintah provinsi sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari France24, Jumat, 5 Juni 2026.
Menurut pemerintah provinsi, para korban dimakamkan di kuburan massal.
Dua orang berhasil selamat dalam insiden ini setelah nekat berjalan kaki lebih dari 50 kilometer menuju sumber air terdekat dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Assamaka, di mana keduanya memberi tahu pihak berwenang.
Zona gurun tersebut dikenal sebagai titik transit bagi para migran yang ingin pergi dari negara-negara Afrika ke Eropa dan banyak yang telah meninggal karena kehausan atau kelaparan di tengah teriknya pasir.