
UPdates – Hari Tanpa Selfie (No Selfies Day) dirayakan setiap tahun di Amerika Serikat pada tanggal 16 Maret.
Meski tak ada catatan resmi tentang sejarah perayaan pertamanya, namun Hari Tanpa Selfie dirayakan bertepatan dengan hari ulang tahun Philippe Kahn, penemu kamera ponsel.
Hari ini ditujukan kepada mereka yang terobsesi mengambil foto selfie (swafoto) dan efek buruknya. Ini adalah pengingat lembut untuk tidak mengambil foto diri sendiri hari ini.
Disadur dari National Today, kecanduan selfie telah dikaitkan dengan perilaku yang merusak secara psikologis.
Penelitian mengungkapkan bahwa rata-rata wanita menghabiskan sekitar 104 menit setiap minggu untuk mencoba mengambil foto selfie yang sempurna!
Selfie telah menjadi fenomena budaya karena mengungkapkan keinginan dasar manusia untuk merasa diperhatikan, dihargai, dan diakui.
Karena perkembangan media sosial yang pesat, orang mengambil selfie dan mengunggahnya untuk mendapatkan like dan komentar agar tetap mengikuti tren.
Selfie bahkan dipercantik dengan pencahayaan, filter, efek, dan banyak lagi.
Akibatnya, orang cenderung bingung antara kehadiran online seseorang dan kehidupan nyata mereka, yang menyebabkan peningkatan kasus dismorfia tubuh.
Penelitian juga menunjukkan bahwa kita dapat terpengaruh secara negatif ketika seseorang memberikan komentar yang menyakitkan, tidak menyukai gambar kita, atau bahkan ketika gambar tersebut tidak mendapatkan banyak suka atau komentar seperti yang diharapkan.
Hari Tanpa Selfie memberikan kesempatan dan sekaligus pengingat untuk melupakan selfie setidaknya selama sehari dan memotret orang lain sebagai gantinya. Atau mungkin hanya mengambil gambar dalam pikiran untuk disimpan selama bertahun-tahun yang akan datang.