
UPdates—Kedutaan Besar Iran di Afrika Selatan melancarkan serangan media sosial yang tajam terhadap Presiden AS, Donald Trump, menggunakan klip audio maritim yang viral untuk menyebutnya sebagai "idiot".
You may also like :
AS Akui Gagal Hancurkan Situs Nuklir Iran, Wali Kota Tel Aviv: Kami Rusak Parah
Perselisihan diplomatik ini meletus setelah beredarnya video yang diduga merekam komunikasi radio dari Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
You might be interested :
26 Kapal dari “Armada Bayangan” Iran Terobos Blokade AS di Selat Hormuz
Dalam rekaman tersebut, terdengar suara yang menggunakan istilah "idiot", sebuah pernyataan yang menurut beberapa akun media sosial ditujukan kepada Menteri Luar Negeri Iran sendiri.
Namun, Kedubes Iran di Pretoria segera membantah klaim tersebut, menegaskan bahwa penghinaan itu ditujukan kepada Presiden Amerika.
"Dasar idiot, dia maksudkan Presiden Idiotmu, Trump. Coba cari di Google 'idiot'—kau akan mengerti siapa dia," kata kedutaan di X sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Times of India, Minggu, 19 April 2026.
Audio yang mendasarinya, yang dikaitkan dengan Angkatan Laut IRGC, mengeluarkan peringatan keras kepada semua kapal yang mencoba melewati Selat Hormuz.
Pesan radio tersebut, yang disiarkan di saluran maritim 16, menyatakan bahwa jalur air tersebut tetap berada di bawah kendali ketat Teheran.
"Ini Angkatan Laut Sepah Iran yang menghubungi melalui saluran 16, Selat Hormuz masih tertutup, kami akan membukanya atas perintah Imam Khamenei kami, bukan atas cuitan beberapa idiot," demikian pengumuman dalam komunikasi radio tersebut.