
UPdates—Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzzammil Yusuf memberikan pernyataan tegas mengenai keamanan penyelenggaraan ibadah haji di Tanah Suci di tengah situasi tegang Timur Tengah.
You may also like :
7.851 Jemaah Haji Gelombang Pertama Embarkasi Makassar Tiba di Madinah, Sisakan 1 Kloter
Ia menekankan bahwa perlindungan terhadap Makkah dan Madinah adalah tanggung jawab kolektif dunia Islam.
You might be interested :
Prabowo Ingin Pilkada Kembali ke DPRD, Begini Tanggapan Partai Politik
"Setiap gangguan terhadap penyelenggaraan haji, serta keamanan Makkah dan Madinah, adalah musuh umat Islam sedunia. Hal ini tidak boleh ditoleransi sedikit pun," tegas Almuzzammil sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari website PKS, Selasa, 21 April 2026.
Almuzzammil mendorong Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Indonesia untuk bersikap proaktif dalam memastikan kelancaran ibadah haji.
Ia mengusulkan adanya sikap kolektif untuk memberikan sanksi tegas, termasuk melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bagi pihak manapun yang mencoba melakukan sabotase atau mengganggu keamanan jamaah.
"Pernyataan kolektif dari seluruh negara Muslim, termasuk Indonesia, sangat penting untuk menentramkan seluruh jamaah haji. Dengan begitu, siapa pun yang berniat mengganggu akan berhadapan dengan solidaritas internasional umat Islam," tegasnya.
Sebelumnya, hal ini sudah ditegaskan Almuzzammil Yusuf saat memenuhi undangan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Yang Mulia Faisal Abdullah H. Amodi.
Silaturahmi Kebangsaan itu berlangsung di Rumah Dinas Duta Besar, Jl. Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat.
Selain Almuzzammil, silaturahmi dan ramah tamah tersebut turut dihadiri Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Sekjen PKS Muhammad Kholid, Buya Yahya, Bachtiar Natsir, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal, serta sejumlah Ulama dan Pimpinan Pondok Pesantren.
Pelaksanaan ibadah haji secara resmi sudah dimulai hari ini. Kloter pertama di sejumlah daerah sudah masuk ke asrama haji dan akan mulai berangkat Rabu, 22 April 2026.
Pemberangkatan Jemaah haji bertepatan dengan upaya negosiasi antara Iran dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang.