
UPdates—Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, secara resmi melepas keberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M asal Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG-01) di Asrama Haji Kelas I Jakarta, Rabu, 22 April 2026, dini hari tadi.
You may also like :
Timur Tengah Masih Tegang, PKS Ingatkan Dubes Saudi Pentingnya Keamanan Jamaah Haji
Sebanyak 391 jemaah asal Jakarta Timur yang tergabung dalam kloter JKG-01 menjalani prosedur awal memasuki asrama haji dan secara bertahap diberangkatkan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang.
You might be interested :
Jamaah Umrah Juga akan Masuk Asrama Haji, Kemenhaj Dikritik Pedas
Menhaj menyampaikan bahwa keberangkatan kloter pertama ini menjadi penanda dimulainya operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.
“Ini menjadi awal dari rangkaian panjang pelayanan haji tahun ini yang harus kita jaga bersama kualitasnya,” ujar Menhaj sebagaimana dilansir dari website resmi Kementerian Haji dan Umrah, Rabu, 22 April 2026.
Pemerintah memastikan seluruh jemaah yang diberangkatkan telah memenuhi persyaratan administrasi, terutama kepemilikan visa haji resmi.
“Kami tegaskan, hanya jemaah yang memiliki visa haji yang akan diberangkatkan. Ini penting untuk menghindari penolakan di Arab Saudi dan memastikan jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik,” tegasnya.
Menhaj juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, termasuk skema jemaah cadangan untuk mengantisipasi kursi kosong akibat pembatalan.
“Kita sudah siapkan mekanisme pengganti atau jemaah cadangan untuk mengisi kursi kosong, baik karena faktor kesehatan, pembatalan, maupun kondisi darurat lainnya. Ini bagian dari upaya kita menjaga optimalisasi kuota,” jelasnya.
Harapan Menhaj, seluruh proses keberangkatan berjalan lancar serta jemaah dapat menjalankan ibadah dengan kondisi prima.
“Harapan kita tentu keberangkatan berjalan lancar, jemaah sehat, dan dapat beribadah dengan khusyuk. Semoga seluruh jemaah kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur,” ujarnya.
Menhaj juga melaporkan bahwa seluruh unsur terkait, mulai dari Kementerian Haji dan Umrah, Imigrasi, Kepolisian, hingga Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), telah melakukan koordinasi intensif guna memastikan kelancaran proses pemberangkatan serta mengantisipasi berbagai potensi kendala di lapangan.
Di sisi lain, tim PPIH di Madinah telah disiagakan untuk memastikan kesiapan operasional dalam menyambut kedatangan rombongan jemaah gelombang pertama.
Pemantauan keberangkatan akan terus dilakukan hingga seluruh jemaah tiba di bandara dan diberangkatkan ke Arab Saudi.
Menutup pernyataannya, Menhaj mengimbau seluruh jemaah untuk disiplin dan mengikuti arahan petugas selama proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah.
“Saya mengimbau kepada seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan, mematuhi arahan pimpinan regu, rombongan, dan kloter, serta segera berkoordinasi dengan petugas apabila menghadapi kendala,” pungkasnya.
Di Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa melepaskan keberangkatan 380 calon jemaah haji (CJH) kloter pertama embarkasi Surabaya asal Kabupaten Probolinggo di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Rabu, 22 April 2026 sekitar pukul 05.00 WIB.
Sementara di Jawa Tengah, kloter pertama dilepas Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Taj Yasin melepas kloter pertama jemaah haji Jawa Tengah dari Embarkasi Solo (Donohudan), Kabupaten Boyolali. Untuk kloter pertama, yakni SOC 1 dari Kabupaten Tegal.
Jemaah terbang dari Bandara Adi Soemarmo pukul 01.05 WIB pada Rabu, 22 April 2026 menggunakan pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GIA 6101 menuju Madinah.
Di Palembang, keberangkatan kloter pertama calon jemaah haji Embarkasi Palembang dari Bandara Sultan mahmud Badaruddin II menuju Madinah mengalami keterlambatan.
Sesuai jadwal, pesawat berangkat Rabu pukul 07.10 WIB. Namun baru lepas landas dari Bandara SMB II Palembang pada pukul 08.15 WIB.
Kepada awak media, Executive General Manager Bandara SMB II Palembang Ahmad Syaugi menyebut keterlambatan tersebut dipengaruhi kondisi cuaca berkabut.
Selain faktor cuaca, keterlambatan dipicu proses menunggu katering terakhir tiba di bandara. Proses keberangkatan tertunda karena penumpang belum dapat melakukan boarding sebelum seluruh kebutuhan katering masuk ke pesawat.
Kendati mengalami keterlambatan, pihak bandara memastikan keberangkatan jamaah tetap berjalan sesuai prosedur keselamatan dan pelayanan penerbangan.