
UPdates—Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan perkembangan layanan kesehatan di Daerah Kerja (Daker) Madinah.
You may also like :
Ribuan Jemaah Haji Furoda Gagal Berangkat, DPR: Kembalikan Uang atau Tunggu Tahun Depan
Sebanyak 93 jemaah dilaporkan menjalani rawat jalan, 2 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 1 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).
You might be interested :
Jemaah Haji Mulai Padati Asrama Haji Sudiang Makassar
"Kami menaruh perhatian serius pada aspek kesehatan. Setiap laporan menjadi dasar penguatan layanan agar jemaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” kata Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari website Kemenhaj, Jumat, 24 April 2026.
Kemenhaj juga turut menyampaikan duka cita atas wafatnya satu jemaah haji asal kloter SOC-3, Rodiyah. Jemaah berusia 68 itu wafat akibat serangan jantung.
Kloter 3 (SOC-3) Embarkasi Solo 2026 ini berasal dari Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Kloter ini merupakan bagian dari kloter-kloter awal yang dilepas dari Asrama Haji Donohudan menuju Arab Saudi
Pemerintah memastikan pemenuhan hak Jemaah yang wafat, termasuk pelaksanaan badal haji.
Dalam rangka menjaga kondisi fisik jemaah, Kemenhaj menegaskan kepada PPIH embarkasi untuk meminimalisir kegiatan seremonial saat pelepasan.
Sementara itu, jemaah yang telah berada di Madinah diimbau mewaspadai kondisi cuaca yang diperkirakan mencapai 34 derajat Celsius dengan kelembapan sekitar 25 persen.
"Kami mengimbau jemaah menjaga stamina, memperbanyak minum, dan mengikuti arahan petugas. Cuaca cukup panas, sehingga penting menjaga kondisi tubuh,” tegas Ichsan.
Kementerian juga menegaskan komitmennya menghadirkan layanan Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan, sebagai bentuk keberpihakan negara dalam pelayanan ibadah haji.