
UPdates—Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan Presiden AS, Donald Trump membahas kemungkinan dimulainya kembali perang melawan Iran selama percakapan telepon pada hari Minggu.
You may also like :
Militer dan Intelijen Israel Tegang, Mossad Salah Prediksi dan Remehkan Iran
Media Israel, Channel 7 mengatakan percakapan antara Netanyahu dan Trump berlangsung lebih dari 30 menit dan berfokus pada kemungkinan untuk memulai kembali pertempuran di Iran.
You might be interested :
Netanyahu Sebut Mojtaba Khamenei Ada di Tempat Rahasia dan Perang Iran belum Berakhir
Harian Yedioth Ahronoth mengatakan percakapan telepon berakhir sesaat sebelum dimulainya pertemuan Kabinet Keamanan Israel.
Menurut surat kabar tersebut, Trump memberi pengarahan kepada Netanyahu tentang hasil kunjungan terbarunya ke China, yang berlangsung antara 13 dan 15 Mei.
Kedua pihak juga membahas perkembangan terkait masalah Iran, kata laporan itu.
"Masalah menyerang Iran masih belum pasti," kata surat kabar itu, mengutip sumber Israel yang tidak disebutkan namanya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Senin, 18 Mei 2026.
"Trump perlu membuat keputusan. Dia perlu berdamai dengan dirinya sendiri, dan jika dia memutuskan untuk memulai kembali permusuhan, kemungkinan Israel akan diminta untuk bergabung," tambah sumber tersebut.
Stasiun penyiaran publik KAN mengatakan pertemuan Kabinet Keamanan diperkirakan akan membahas masalah Iran dan perkembangan di Lebanon.
Setelah panggilan telepon tersebut, Trump memposting pesan peringatan kepada Iran di platform Truth Social miliknya.
“Bagi Iran, Waktu Terus Berjalan, dan mereka sebaiknya segera bertindak, CEPAT, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka. WAKTU SANGAT PENTING!” tulis Trump.
Ketegangan regional telah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada bulan Februari.
Teheran membalas dengan serangan yang menargetkan Israel serta sekutu AS di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng. Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu.