
UPdates—Hampir setengah dari wanita lanjut usia di Jepang lebih memilih mencari nasihat dari kecerdasan buatan (AI) daripada manusia mengenai masalah interpersonal.
You may also like :
Ibu dari Anak Elon Musk Gugat Perusahaan AI-nya Gara-Gara Gambar Deepfake Grok
Itu menurut survei terbaru yang menyoroti perubahan sikap terhadap pendampingan dan konseling berbasis AI.
You might be interested :
10 Negara Paling Aman dan Paling Berbahaya di Dunia 2025 Ini, Indonesia Urutan Berapa?
Survei daring yang dilakukan oleh Japan Institute for Promotion of Digital Economy and Community menemukan bahwa 47,8% responden wanita berusia 60-an dan 70-an mengatakan mereka akan beralih ke AI daripada manusia untuk masalah yang berkaitan dengan hubungan.
Menurut Kyodo News, hanya 37,3% wanita dalam kelompok usia tersebut yang mengatakan mereka lebih memilih berbicara dengan orang lain.
Namun, di semua kelompok usia dan jenis kelamin, manusia tetap menjadi pilihan yang lebih umum secara keseluruhan, dengan 45,8% lebih menyukai nasihat manusia dan 36,5% lebih menyukai AI, dengan alasan objektivitas dan kurangnya bias yang dirasakan.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Sabtu, 23 Mei 2026, di antara pria lanjut usia, 57% mengatakan mereka lebih memilih berkonsultasi dengan orang lain, sementara 25,2% lebih menyukai AI.
Atsushi Nakagomi, seorang peneliti di Universitas Chiba yang berspesialisasi dalam AI dan kesehatan manusia, mengatakan hasil di kalangan wanita yang lebih tua tidak terduga.
“AI membuat orang merasa lebih nyaman untuk terbuka, karena mereka mungkin merasa bebas untuk mencari nasihat tanpa khawatir tentang bagaimana komentar mereka akan diterima,” katanya.
Survei ini dilakukan secara daring pada pertengahan Januari dan mengumpulkan tanggapan dari 1.449 orang berusia antara 18 dan 79 tahun di seluruh Jepang.