
UPdates - Garda Revolusi Iran mengumumkan bahwa pihaknya Iran telah melancarkan serangan balasan ke pangkalan udara Amerika Serikat (AS), pada Kamis, 28 Mei 2026.
You may also like :
Presiden Tertua dalam Sejarah Amerika, Jimmy Carter Meninggal di Usia 100 Tahun
Dalam keterangannya melalui stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, Garda Revolusi Iran mengungkapkan bahwa serangan balasan tersebut menyusul agresi oleh militer AS yang menyerang terhadap lokasi di pinggiran Bandara Bandar Abbas menggunakan proyektil udara.
You might be interested :
Skandal Angkatan Udara Israel: 2 Tentara Dituduh Jadi Mata-Mata Iran
Meskipun Garda Revolusi Iran tidak memberikan detail lokasi sebagai balasan, namun pihak Kuwait mengaku menanggapi serangan rudal dan drone pada Kamis pagi.
Sebelumnya seorang pejabat AS menyampaikan bahwa Militer AS kembali memborbardir Iran dan menargetkan operasi drone Iran.
Pejabat AS mengatakan bahwa militer menembak jatuh empat drone serang Iran dan menyerang stasiun kendali darat di kota pelabuhan Bandar Abbas yang akan meluncurkan drone kelima.
Hal tersebut disampaikannya beberapa jam setelah Presiden Donald Trump membantah laporan Iran tentang kesepakatan untuk memulihkan lalu lintas melalui jalur air strategis tersebut.
Pada hari Senin, 25 Mei 2026, Militer AS juga melakukan serangan di Iran selatan, yang mereka klaim sebagai tindakan mempertahankan diri, namun menurut Iran merupakan 'pelanggaran berat' terhadap gencatan senjata.