
UPdates—Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung meluncurkan inisiatif diplomatik baru yang bertujuan untuk mengakhiri keadaan perang yang telah berlangsung selama beberapa dekade.
You may also like :
Selain Indonesia, Ini 6 Perayaan Kemerdekaan Paling Unik dan Keren di Seluruh Dunia
Ia menyerukan Korea Utara untuk datang ke meja perundingan untuk pembicaraan langsung guna membahas cara-cara untuk mengekang program nuklirnya dan membangun perdamaian abadi.
You might be interested :
Korea Utara: Senjata Nuklir Kami untuk Perang, bukan Alat Tawar-menawar
Lee Jae-myung mengumumkan usulannya untuk pembicaraan langsung segera dengan Korea Utara selama pidato utama pada upacara resmi peringatan 81 tahun Hari Pembebasan di Seoul.
Upacara tersebut dihadiri oleh sekitar 3.000 orang, termasuk pejabat senior, diplomat, dan keluarga pejuang kemerdekaan.
Menurut Kantor Berita Yonhap, presiden menyerukan kepada Korea Utara untuk mengesampingkan semua ancaman militer bersama dan terlibat dalam negosiasi serius dan langsung sebagai dua pihak utama yang terlibat dalam krisis tersebut.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Voice of Emirates, Sabtu, 15 Agustus 2026, ia menekankan bahwa negosiasi ini dapat mencakup mekanisme praktis dan efektif untuk mengurangi kemampuan nuklir Pyongyang dan mengatasi akar penyebab ketegangan.
Kedua Korea secara teknis tetap dalam keadaan perang sejak berakhirnya Perang Korea (1950-1953). Mereka hanya menandatangani gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian formal.
Presiden Lee berupaya mengubah situasi historis yang kompleks ini, dengan tujuan menggantinya dengan pengaturan keamanan yang stabil berdasarkan rasa saling menghormati dan hidup berdampingan secara damai.
Terlepas dari sikap keras kepala Pyongyang yang terus berlanjut dan kegagalannya untuk menanggapi inisiatif diplomatik Seoul yang berulang kali, pemerintahan Lee telah menegaskan kembali komitmennya terhadap dialog strategis.
Pemerintahan Lee juga menolak skenario apa pun yang berupaya menyatukan Korea melalui asimilasi paksa atau penggunaan permusuhan.