
UPdates—Seorang wanita Singapura mengaku telah menghabiskan lebih dari $1.000 (Rp14 juta) untuk biaya berlangganan aplikasi kencan untuk mencari calon suami. Namun, hasilnya nihil. Kini, ia beralih ke TikTok.
You may also like :
CEO yang Dimabuk Cinta Habiskan Rp6,4 Miliar untuk Kekasih, Menggugat dan Minta Dibalikin Setelah Putus
Dionis Liaw, 32 tahun, mengunggah video di akun TikTok-nya, dionislovespink dan menyatakan bahwa ia telah kehabisan pilihan pria di aplikasi kencan setelah aktif berkencan sejak bulan Maret.
You might be interested :
Makin Banyak Orang Sewa Detektif Mata-matai Calon Istri dan Suami, tak Mau Tertipu Gaya Hidup di Medsos
Dalam videonya, Liaw menyebutkan bahwa ia telah menghabiskan lebih dari $1.000 untuk langganan premium di berbagai aplikasi kencan, termasuk Coffee Meets Bagel, Hinge, Bumble, Facebook Dating, dan Matchcatch.
"Stok pria di aplikasi kencan Singapura sudah benar-benar habis bagi saya. Sekarang saya menyerahkan urusan pencarian suami ini kepada TikTok. Jadi, TikTok, tolong carikan saya satu pasangan," katanya dalam video sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Mothership, Jumat, 18 September 2026.
Keputusannya untuk membuat video TikTok itu spontan. Ia mengaku bahwa rasa frustrasi itu sudah menumpuk selama berbulan-bulan.
Ia menjelaskan bahwa tantangan dalam menggunakan aplikasi kencan bukanlah kurangnya jumlah orang, melainkan sulitnya menemukan seseorang yang memiliki tujuan hidup dan gaya hidup yang selaras dengannya.
"Anda bisa saja cocok (match) karena merasa satu sama lain menarik dan memiliki chemistry, namun baru belakangan menyadari bahwa orang tersebut tidak menginginkan anak, tidak ingin menikah, memiliki gaya komunikasi yang sangat berbeda, atau memandang hubungan dengan cara yang sangat bertolak belakang," ujarnya.
Dionis Liaw menegaskan bahwa ia sangat serius dalam hal berkencan dan lebih memilih untuk memastikan adanya kecocokan sejak awal, daripada menghabiskan waktu berbulan-bulan berkencan dengan seseorang hanya untuk akhirnya mengetahui bahwa mereka menginginkan masa depan yang sangat berbeda.
Makanya, karena penilaiannya saat menggunakan aplikasi kencan terbukti "gagal", Liaw memutuskan untuk membuat formulir pencarian jodoh.
"Cara pelaksanaannya mungkin terdengar agak konyol, tapi niatnya sungguh-sungguh," ujarnya sambil berseloroh.
"Tidak, saya tidak sedang memilih suami lewat Jotform ini; saya hanya benar-benar ingin menentukan siapa yang mungkin layak untuk diajak berkencan satu kali," lanjutnya.
Liaw mendeskripsikan dirinya sebagai wanita berusia 32 tahun, berstatus pisah ranjang (belum resmi bercerai), dan tidak memiliki anak.
Ia mencari pasangan dengan tujuan menikah dan berharap memiliki dua anak.
"Saya tahu betul apa yang saya cari," ujarnya kepada Mothership.
Wanita itu mencari pasangan yang menginginkan pernikahan dan anak, memiliki kestabilan finansial dengan pola pikir sebagai penopang keluarga (provider mindset) serta memiliki semangat kerja, tidak merokok, dan menyukai kucing.
Ia juga mengatakan menginginkan seseorang yang sebaiknya tahu cara berkomunikasi layaknya orang dewasa yang matang.
Formulir tersebut memuat sekitar 20 pertanyaan, mencakup informasi dasar serta pandangan pelamar mengenai pernikahan, anak-anak, dan gaya komunikasi mereka.
Beberapa pertanyaannya antara lain: apakah pria tersebut bersedia berkencan dengan wanita yang sudah berpisah namun belum resmi bercerai, kapan idealnya mereka ingin menikah, bagaimana pendapat mereka tentang memiliki dua anak, serta bagaimana perasaan mereka terhadap kucing.
Formulir tersebut mencantumkan keterangan bahwa data yang dikirimkan bersifat pribadi, dan pengiriman formulir tidak menjamin adanya balasan atau kesempatan berkencan.
Saat berbicara dengan Mothership, Liaw mengatakan sejauh ini ia telah menerima sekitar 79 kiriman; 65 melalui formulir Jotform awal dan 14 lainnya melalui formulir Tally yang baru.
Respons yang masuk beragam—ada yang tampak benar-benar serius, sementara ada pula yang tampaknya dikirimkan hanya sebagai lelucon.
"Beberapa jawaban membuat saya tertawa, dan ada orang-orang yang menanggapi formulir ini jauh lebih serius daripada yang saya duga," ungkapnya.
Video yang diunggah pada Senin, 14 September 2026 lalu itu telah ditonton ratusan ribu kali hingga Jumat ini.
Dalam video TikTok-nya, ia mengajak penonton untuk membagikan unggahan tersebut kepada teman-teman lajang yang memenuhi kriteria.
"Saya benar-benar hanya butuh SATU orang," tulisnya dalam keterangan video.