
UPdates—Sebuah sungai besar di Nepal meluap, menghanyutkan rumah serta jembatan dan merusak sebagian pembangkit listrik tenaga air.
You may also like :
Banjir Bandang Kembali Terjang Padang, Banyak Warga Terjebak
Menurut keterangan pihak militer, sekitar 50 orang telah diselamatkan dari tepian Sungai Budhi Gandaki di distrik Gorkha, wilayah tengah Nepal. Belum ada laporan mengenai korban jiwa, namun lima orang dinyatakan hilang.
You might be interested :
5.285 Orang tak Ditemukan, Pencarian Korban Banjir Nepal Diakhiri
Video banjir yang diunggah BBC memperlihatkan momen saat air bah yang deras menerjang lembah dan menghanyutkan satu kompleks bangunan secara keseluruhan.
Nepal berada dalam status siaga tinggi dan masih berupaya pulih dari banjir dahsyat yang melanda kota-kota perbatasan dengan Tibet dua bulan lalu, yang menewaskan lebih dari 1.400 orang dan menyebabkan ribuan lainnya hilang.
Banjir yang terjadi pada hari Minggu itu menerjang distrik Gorkha saat anak-anak dan masyarakat sedang bersiap merayakan hari pertama festival Dashain, sebuah momen penting dalam kalender Nepal.
Banyak keluarga terpaksa mengungsi dari rumah mereka dan menghadapi ketidakpastian mengenai tempat berlindung yang aman serta akses terhadap kebutuhan pokok.
Otoritas Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana menyatakan, banjir tersebut menghanyutkan sekitar belasan rumah dan beberapa jembatan gantung, serta merusak proyek pembangkit listrik tenaga air dan menghanyutkan sebagian peralatan konstruksinya.
Menurut para pejabat, dalam waktu beberapa jam, ketinggian air sungai di satu lokasi melonjak dari dua meter menjadi hampir 8,5 meter.
"Stasiun hidrologi kami hanyut terbawa arus dan kami tidak lagi menerima data dari lokasi tersebut," kata Binod Parajuli, seorang ahli meteorologi yang bekerja untuk pemerintah Nepal sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari BBC, Minggu, 11 Oktober 2026.
Namun, para ahli menyatakan bahwa aliran material banjir (debris-flow) kali ini jauh lebih kecil dan bergerak lebih lambat dibandingkan banjir bandang dahsyat yang terjadi pada bulan Agustus lalu.
Penyebab banjir terkini ini masih belum diketahui secara pasti. Ada dugaan bahwa tanah longsor sempat membendung sungai atau anak sungainya, yang menyebabkan air yang tertahan itu kemudian menerjang keluar, sementara pihak lain menyebutkan bahwa warga di bagian hulu melihat adanya longsoran es.
Save the Children sedang mengerahkan tim tanggap darurat untuk merespons banjir yang terjadi pada hari Minggu tersebut.
"Sekali lagi, kehidupan anak-anak hancur lebur dalam sekejap," ujar Tara Chettry, direktur organisasi tersebut di Nepal.
"Kami belum mengetahui skala kerusakan sepenuhnya, namun mereka mungkin telah kehilangan rumah, sekolah, dan lingkungan tempat tinggal mereka. Banyak anak di Gorkha kemungkinan masih mengalami syok dan trauma akibat banjir besar bulan Agustus lalu, bahkan belum sempat benar-benar pulih dari dampak bencana tersebut," lanjutnya.
Budhi Gandaki merupakan anak sungai dari Sungai Trishuli; lokasinya berada di bagian hilir dari anak sungai lain tempat runtuhnya gletser memicu bencana sebelumnya.