
UPdates - Menteri Transportasi Spanyol, Oscar Puente mengundurkan diri setelah tabrakan kereta api cepat yang menewaskan 69 orang pada 28 Oktober 2026.
You may also like :
Tak Mikir Lama, Menteri Transportasi Spanyol Mundur Pasca Kecelakaan Kereta Cepat yang Tewaskan 69 Orang
Puente mengumumkan pengunduran dirinya dalam sidang parlemen, Selasa, 3 November 2026 waktu setempat.
Keputusan tersebut diambil setelah ia berulang kali mendapat desakan dari oposisi sayap kanan dan serikat pekerja untuk mundur.
"Saya ingin memberitahukan kepada Anda bahwa saya tidak hanya mengundurkan diri dari jabatan saya sebagai menteri transportasi, tetapi saya juga menarik nama saya dari daftar calon untuk pemilihan legislatif dini pada tanggal 29 November," kata Puente, seperti dilansir Keidenesia.TV dari CNNIndonesia.com, Kamis, 5 November 2026.
Sebelumnya, pada Rabu, 28 Oktober 2026, kecelakaan maut terjadi ketika kereta milik perusahaan negara Renfe menabrak bagian belakang kereta yang sedang berhenti milik operator swasta, Iryo. Insiden itu berlangsung di dekat Desa Urda, sekitar 80 mil di selatan Madrid.
Insiden tersebut memicu kritik terhadap pengelolaan keselamatan dan kondisi jaringan kereta api Spanyol.
Oposisi dan serikat pekerja juga mengkritik Puente karena dinilai menyalahkan operator pusat kendali atas kecelakaan tersebut.
Menanggapi persoalan itu, Puente mengumumkan rencana pengembangan perangkat lunak yang dapat memberikan peringatan otomatis apabila mendeteksi anomali lalu lintas kereta.
Pemerintah juga berencana menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengawasi sistem dan mengurangi risiko kesalahan manusia.
Selain itu, keputusan penting yang diambil operator pusat kendali ketika sistem keselamatan otomatis tidak berfungsi nantinya harus mendapat konfirmasi dari operator kedua.
Pemerintah juga akan mereformasi kondisi kerja operator pusat kendali, termasuk mengatur waktu istirahat dan memantau tingkat kelelahan mereka.
Puente turut mengumumkan bantuan sebesar Rp612 miliar untuk keluarga korban meninggal dan puluhan korban luka.
Serikat pengemudi kereta Semaf telah mengumumkan rencana mogok kerja pada 10 dan 12 November. Mereka memprotes memburuknya kondisi kerja dan sistem keselamatan "yang buruk".
Kecelakaan pekan lalu bukan satu-satunya tragedi kereta yang terjadi di Spanyol tahun ini. Pada Januari, tabrakan di wilayah Andalusia menewaskan 46 orang di jalur utama yang menghubungkan Madrid dan Sevilla.