
UPdates—Sembilan hari setelah banjir bandang dahsyat, dua orang berhasil diselamatkan dari terowongan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Trishuli 3A di Nepal, Jumat, 4 September 2026.
You may also like :
Berawal dari Kasus Demam Misterius, Virus Baru yang Ditularkan Kutu Muncul di China
Terobosan dramatis ini terjadi setelah terdengar suara-suara dari dalam terowongan yang terdampak bencana tersebut.
You might be interested :
Korban Tewas Banjir Nepal-Tibet Sudah 1.410 Orang, 5.651 Masih Hilang
Kondisi medan yang berbahaya serta saluran air yang dalam dan penuh air membuat operasi penyelamatan menjadi sangat berisiko.
Pihak berwenang menyatakan bahwa suara-suara terdengar dari dalam terowongan, memunculkan harapan bahwa mungkin masih ada korban selamat lainnya yang terjebak dan menanti penyelamatan.
Menurut seorang anggota parlemen, belum diketahui secara pasti berapa banyak orang yang berada di dalam terowongan tersebut.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari CNN, Jumat, 4 September 2026, tim penyelamat melakukan penggalian secara manual untuk menjangkau para korban selamat setelah meledakkan batu-batu seukuran mobil guna membuka jalan.
Seorang ahli penanggulangan bencana yang memberikan saran dalam upaya penyelamatan ini menyebut operasi tersebut sebagai upaya berbahaya dan belum pernah terjadi sebelumnya untuk mengidentifikasi pintu masuk terowongan yang tertimbun.
Jumlah korban tewas akibat banjir bandang di Nepal kini melampaui 1.290 orang. Sementara itu, jumlah korban tewas di Tiongkok tercatat sebanyak 21 orang berdasarkan pembaruan data terakhir pada hari Rabu.
Sekitar 5.500 orang di kedua negara tersebut masih dinyatakan hilang.