
UPdates - Pemerintah Arab Saudi pada hari Minggu, 20 September 2026 waktu setempat, mengutuk penyerbuan kompleks Masjid Al-Aqsa oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir bersama sekelompok pemukim.
You may also like :
Trump dan Netanyahu Diklaim Kirim Sinyal Serangan Besar akan Segera Terjadi di Timur Tengah
Pemerintah Arab Saudi menyebutnya sebagai "pelanggaran terang-terangan" dan "provokasi terhadap umat Muslim di seluruh dunia."
You might be interested :
Ben-Gvir Pamerkan Lokasi Tiang Gantung Warga Palestina di Medsos
Dalam sebuah pernyataannya yang disadur Keidenesia.TV dari Arabnews.com, Senin, 21 September 2026, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengatakan bahwa Ben-Gvir dan para pemukim menyerbu kompleks tersebut di Yerusalem Timur yang diduduki di bawah perlindungan pasukan keamanan Israel.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan bahwa Kerajaan menolak praktik-praktik provokatif dan tindakan-tindakan penghasutan dan kekerasan ekstremis ilegal yang dilakukan oleh pejabat Israel terhadap warga Palestina dan tempat-tempat suci di wilayah Palestina yang diduduki.
Mereka mendesak komunitas internasional untuk bertindak menghentikan pelanggaran tersebut, dengan mengatakan bahwa pelanggaran itu melanggar hukum internasional dan hukum humaniter internasional.
Kecaman serupa juga datang dari Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina, bersama dengan Otoritas Palestina dan Kementerian Luar Negeri. Mereka mengecam keras Tindakan tersebut sebagai upaya jahat untuk mengubah status quo hukum dan sejarah serta memprovokasi umat Muslim di seluruh dunia.
Hamas sendiri memperingatkan bahwa tindakan tersebut mendorong pihak-pihak terkait semakin dekat dengan eskalasi besar.
Sebelumya, pada Minggu malam, 20 September 2026, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki, didampingi oleh pemukim Israel dan dikawal ketat oleh polisi Israel.
Langkah ini dilakukan bertepatan dengan Yom Kippur, hari tersuci dalam kalender Yahudi.
Ini adalah kali kedua dalam beberapa minggu terakhir Ben-Gvir memasuki kompleks tersebut dan tampak melakukan doa-doa Talmud di bagian timurnya.