
UPdates–Perwakilan Tetap Rusia untuk organisasi internasional yang berbasis di Wina, Austria, Mikhail Ulyanov mengkritik Presiden AS, Donald Trump pada hari Sabtu setelah ia secara implisit kembali mengancam Iran.
You may also like :
Hari Ini, Rakyat Amerika Serikat Memilih Presiden Baru
Mikhail Ulyanov dalam sebuah unggahan X menekankan bahwa intimidasi semacam itu percuma dilakukan karena tidak akan berhasil terhadap Iran.
You might be interested :
Trump dan Netanyahu Kembali Ingin Relokasi Warga Gaza ke Negara Lain
"AS masih belum memahami bahwa pemerasan dan intimidasi tidak berhasil terhadap Iran," tulisnya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari MNA, Sabtu, 9 Mei 2026.
Pernyataan Ulyanov merupakan reaksi terhadap pernyataan Trump baru-baru ini, yang secara implisit mengancam Iran dengan serangan udara putaran berikutnya.
"Jika tidak ada gencatan senjata… Anda hanya akan melihat satu kobaran api besar keluar dari Iran. Mereka sebaiknya segera menandatangani perjanjian… Jika mereka tidak menandatangani, mereka akan mengalami banyak penderitaan," kata Trump dalam unggahannya di medsos.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei juga menanggapi unggahan Trump. Menurutnya, Trump menghadapi absurditas yang mengerikan dengan mengklaim mencari solusi untuk masalah nuklir sementara secara bersamaan mengancam serangan nuklir.
"Merupakan absurditas yang mengerikan bahwa mereka mengklaim mencari perdamaian dan mencegah krisis nuklir, namun solusi yang mereka usulkan adalah "cahaya besar." NAMUN... (coba tonton film Stanley Kubrick, Dr. Strangelove or: How I Learned to Stop Worrying and Love the Bomb, 1964)," ujarnya di X sebagaimana dilaporkan Kantor Berita IRIB.