
UPdates—Tenaga Ahli Badan Komunikasi (Bakom) Republik Indonesia, Hariqo Wibawa Satria menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto bahwa masyarakat yang menyampaikan kritik konstruktif terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan partisipan aktif yang membantu perbaikan kualitas layanan.
You may also like :
Surat Misterius Sony Sonjaya ke Nanik S Deyang: Terima Kasih Atas Hadiah Indah yang Diberikan kepada Saya
Ia membantah narasi disinformasi yang menyebutkan bahwa pengkritik MBG akan diproses hukum atau diminta meninggalkan negara.
You might be interested :
Dapur MBG Pertama di Bone Diresmikan, Menag Ingin Jadi yang Terbaik se-Indonesia
Hal tersebut disampaikan Hariqo saat menjadi narasumber dalam podcast di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026.
“Kritik dari masyarakat dan media sosial justru sangat dibutuhkan dan dilindungi. Pengkritik yang membangun adalah pahlawan gizi. Presiden sudah menegaskan bahwa orang yang benar dan menyampaikan kritik harus merasa aman, sementara pihak yang terbukti bersalah atau melakukan penyelewengan yang diproses hukum,” kata Hariqo sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Info Publik, Kamis, 30 Juli 2026.
Karena itu, Tenaga Ahli Bakom mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mengawasi pelaksanaan MBG di lapangan.
"Program ini menggunakan uang rakyat, maka seluruh elemen masyarakat berhak mengawasi agar gizi anak-anak Indonesia terpenuhi dengan sempurna," tegasnya.
Badan Gizi Nasional (BGN) kata dia juga sudah menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan mendasar, meningkatkan tata kelola, dan menerapkan toleransi nol (zero tolerance) terhadap tindak pidana korupsi maupun penyelewengan dalam pelaksanaan program MBG.
Langkah tegas ini diambil demi memastikan program prioritas nasional tersebut berjalan optimal dan tepat sasaran.
Hariqo menjelaskan bahwa pergantian kepemimpinan di BGN, yang kini dipimpin oleh Sudaryono, yang menggantikan Nanik S Deyang, menjadi momentum penting pembenahan internal secara menyeluruh.
“Pak Sudaryono dan jajaran langsung menginventarisir berbagai masalah, mengelompokkannya, dan menyelesaikannya satu per satu. Fokus utamanya adalah pembenahan sumber daya manusia (SDM), penegakan disiplin, serta transparansi sistem,” ujar Hariqo.
Sebagai bentuk tindakan tegas awal, BGN telah mengambil langkah disiplin berskala besar dengan memberhentikan 261 pegawai non- Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bermasalah, mengancam sanksi pemecatan bagi sembilan ASN, serta memproses disiplin 48 pegawai lainnya.
Selain itu, sebanyak 833 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPBG) atau dapur penyedia yang tidak memenuhi standar kesehatan dan pengelolaan limbah telah ditutup secara permanen.
Menjawab pertanyaan terkait pentingnya program ini, Hariqo menekankan bahwa MBG merupakan program strategis untuk menyelamatkan generasi mendatang dari ancaman masalah gizi, stunting, hingga penyakit tidak menular akibat pola makan buruk.
“Makan Bergizi Gratis ini adalah program yang sangat penting bagi masa depan anak-anak kita. Mengorupsi atau menyelewengkan anggaran MBG bukan sekadar mencuri uang negara, tetapi merampas masa depan anak-anak Indonesia. Oleh karena itu, hukumannya harus tegas,” tegasnya.