
UPdates—Pesawat kargo Boeing hilang di lepas pantai selatan Pakistan. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif mengatakan pesawat tersebut jatuh ke Laut Arab dengan lima orang di dalamnya.
You may also like :
Tahun Ini, Garuda Indonesia Dapat Jempol DPR untuk Layanan Jemaah Haji
Otoritas Bandara Pakistan (PAA) dalam sebuah unggahan di X mengatakan, pesawat itu mendekati Karachi dari Sharjah di Uni Emirat Arab ketika radar menunjukkan pesawat turun dengan cepat pada Selasa malam waktu setempat setelah melaporkan masalah sistem navigasi.
You might be interested :
Helikopter Angkatan Darat Pakistan Jatuh, Semua Penumpang Tewas
“Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyampaikan kesedihan mendalam, duka cita, dan penyesalan atas insiden tragis di mana pesawat kargo swasta (K2 Airways) yang terbang dari Sharjah ke Karachi jatuh ke Laut Arab dan hilang," demikian pernyataan kantor PM Pakistan sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Inquirer, Rabu, 8 Juli 2026.
Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga kelima awak pesawat dan mengarahkan otoritas penerbangan sipil Pakistan, angkatan laut, dan angkatan udara untuk mengintensifkan operasi pencarian dan penyelamatan serta menggunakan semua sumber daya yang tersedia.
Sebuah sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan kepada AFP bahwa baik angkatan laut maupun kapal dagang ikut serta dalam upaya pencarian pesawat yang hilang, didukung oleh pesawat militer.
Pada pukul 21:21 waktu Pakistan, pesawat tersebut terlihat di radar menurun dengan cepat dan dengan perubahan arah yang cepat dan kontak komunikasi terputus sekitar 155 mil laut di sebelah barat Karachi.
Flightradar24.com, sebuah layanan pelacakan penerbangan global melaporkan bahwa data awal yang dikirim dari pesawat menunjukkan penurunan ketinggian, diikuti oleh kenaikan, dan kemudian penurunan ketinggian kedua yang tiba-tiba dan dramatis.
K2 Airways adalah maskapai penerbangan kargo swasta di Pakistan yang mengoperasikan penerbangan terjadwal dan charter domestik dan internasional.
Diproduksi pada tahun 1999, pesawat tersebut terbang sebagai pesawat penumpang untuk Aeroflot dan Garuda Indonesia sebelum diubah menjadi konfigurasi kargo pada tahun 2012, menurut Airfleets.net.
Sejarah penerbangan Pakistan penuh dengan peristiwa yang kurang baik, termasuk beberapa kecelakaan pesawat besar yang menewaskan banyak orang dalam dekade terakhir, termasuk di kota Karachi di selatan.
Uni Eropa melarang maskapai penerbangan nasional Pakistan memasuki wilayah udaranya selama empat tahun karena masalah keselamatan dan perizinan, tetapi mencabut larangan tersebut pada tahun 2024.