
UPdates - Pemerintah Kota Makassar menunjukkan keseriusannya dalam menghidupkan kembali New Makassar Mall atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pasar Sentral Makassar.
Selasa, 21 April 2026, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin melakukan kunjungan langsung ke kawasan Blok M di Jakarta dan diterima oleh Iqbal Bimo Arifianto, selaku Kepala Divisi Property Managemen MRT Jakarta.
Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari keberhasilan penataan kawasan yang telah direvitalisasi menjadi ruang publik modern berbasis integrasi fungsi ekonomi, sosial, dan budaya masa kini.
You might be interested :
3 Nama Berebut Kursi Sekda Makassar, Begini Kriterianya
Dalam keterangannya, Munafri menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi bagian dari upaya benchmarking Pemerintah Kota Makassar, dalam mengaktivasi kembali aset-aset strategis daerah agar mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Kita berada di Blok M, melihat bagaimana M Bloc Space dan Blok M Hub diaktivasi kembali dengan sangat baik,” jelas Munafri, dikutip Keidenesia.TV dari laman Pemkot Makassar, Rabu, 22 April 2026.
“Kawasan ini menjadi sentra kegiatan ekonomi, mampu merespons UMKM, sekaligus menyediakan ruang-ruang interaksi bagi masyarakat,” tambah Munafri.
Kawasan Blok M Hub menjadi salah satu referensi utama yang mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD).
Konsep ini mengintegrasikan sistem transportasi publik dengan kawasan komersial dan ruang publik, sehingga menciptakan mobilitas yang efisien sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi.
Revitalisasi Blok M turut menghadirkan berbagai ruang publik kreatif seperti Taman Literasi dan M Bloc Space, yang kini menjadi pusat interaksi masyarakat, khususnya generasi muda.
Selain itu, keberadaan kuliner khas Blok M memperkuat identitas kawasan sebagai destinasi gaya hidup dan modern.
Munafri menegaskan bahwa revitalisasi Pasar Sentral tidak sekadar menyentuh aspek fisik, tetapi diarahkan menjadi kawasan terpadu yang modern, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan gaya hidup masyarakat perkotaan.
“Kami menargetkan kawasan Pasar Sentral dapat bertransformasi menjadi pusat ekonomi baru,” tuturnya.
Melalui studi ini, Pemerintah Kota Makassar akan mengadopsi pendekatan penataan kawasan yang komprehensif, mencakup penguatan konsep ruang terbuka hijau, pengaturan sirkulasi yang terintegrasi, peningkatan infrastruktur, serta pengembangan aktivitas ekonomi kreatif berbasis kolaborasi.
Revitalisasi Pasar Sentral diharapkan tidak hanya mengembalikan fungsi kawasan sebagai pusat perdagangan, tetapi juga menjadikannya sebagai ruang hidup baru yang menggabungkan fungsi perbelanjaan, hiburan, budaya, dan interaksi sosial dalam satu ekosistem perkotaan yang modern dan berkelanjutan.