
UPdates - Perdana Menteri Terpilih Hungaria Peter Magyar bersumpah akan menangkap PM Israel Benjamin Netanyahu sesuai perintah Mahkamah Pidana Internasional -International Criminal Court (ICC).
You may also like :
Mantan Presiden Filipina Duterte Ditangkap di Bandara, Protes Ajudan Picu Keributan
Magyar menyebut Hungaria sebagai anggota ICC, wajib menjalankan perintah badan peradilan internasional ini.
You might be interested :
Sejarah Hari Ini, 17 Juli: Hari Keadilan Internasional
“Saya percaya bahwa jika suatu negara adalah anggota Mahkamah Pidana Internasional, dan seseorang yang dicari pengadilan memasuki wilayah kita, maka orang itu harus ditahan," tegasnya, disadur Keidenesia.TV dari CNNIndonesia, Rabu, 22 April 2026. Orang yang dimaksud Magyar adalah Netanyahu.
Sebelumnya pada November 2024 lalu, ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk PM Israel dan Menteri Pertahanan saat itu Yoav Gallant karena kejahatan perang imbas agresi di Jalur Gaza Palestina.
Hungaria yang saat itu masih dipimpin Perdana Menteri Viktor Orban menjadi satu-satunya negara Uni Eropa yang menolak keputusan ICC.
Orbam merupakan sekutu dekat Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan punya relasi yang stabil dengan Netanyahu.
Netanyahu bahkan sempat menginjakkan kaki di Hungaria untuk bertemu Orban pada April 2025, lima bulan setelah surat perintah penangkapan ICC rilis.
Momen ini jadi sorotan karena Hungaria adalah anggota ICC yang seharusnya punya kewajiban mematuhi perintah penangkapan.
Namun di kesempatan tersebut, Orban mengumumkan penarikan Hungaria dari ICC dan menyatakan enggan menangkap Netanyahu.
Saat ini, kebijakan Magyar berbeda dengan Viktor Orban. Peter Magyar meraih kemenangan dalam pemilu Hungaria yang dilaksanakan pada Minggu, 12 April 2026.
Hasil ini disambut gegap gempita oleh para pemimpin Eropa.
Bagi mereka, hasil ini bukan sekadar pergantian kekuasaan, tetapi sinyal kuat bahwa Hungaria akhirnya kembali ke jalur Uni Eropa setelah bertahun-tahun berada di bawah bayang-bayang kepemimpinan.