Perdana Menteri Terpilih Hungaria, Peter Magyar. (foto:Instagram@magyar_peter_official_the_man)

Perdana Menteri Terpilih Hungaria Bersumpah Tangkap Netanyahu

22 April 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Perdana Menteri terpilih Hungaria, Peter Magyar, bersumpah untuk menangkap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sesuai perintah Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
  • ICC telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant pada November 2024 karena kejahatan perang di Jalur Gaza Palestina.
  • Hungaria, di bawah kepemimpinan Viktor Orban, sebelumnya menolak keputusan ICC dan enggan menangkap Netanyahu, namun kebijakan ini berubah dengan terpilihnya Peter Magyar.
  • Peter Magyar menyatakan bahwa sebagai anggota ICC, Hungaria wajib menjalankan perintah badan peradilan internasional tersebut.
  • Kemenangan Peter Magyar dalam pemilu Hungaria disambut oleh para pemimpin Eropa sebagai sinyal kuat bahwa Hungaria kembali ke jalur Uni Eropa.
  • Perubahan kebijakan ini menandai pergeseran signifikan dalam hubungan Hungaria dengan Uni Eropa dan komitmennya terhadap keputusan ICC.
  • Terpilihnya Peter Magyar dan kebijakannya yang baru diharapkan dapat memperkuat komitmen Hungaria terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan kerja sama dengan negara-negara lain.
atau

UPdates - Perdana Menteri Terpilih Hungaria Peter Magyar bersumpah akan menangkap PM Israel Benjamin Netanyahu sesuai perintah Mahkamah Pidana Internasional -International Criminal Court (ICC).

You may also like : duterte ditangkapMantan Presiden Filipina Duterte Ditangkap di Bandara, Protes Ajudan Picu Keributan

Magyar menyebut Hungaria sebagai anggota ICC, wajib menjalankan perintah badan peradilan internasional ini.

You might be interested : img 7308Sejarah Hari Ini, 17 Juli: Hari Keadilan Internasional

“Saya percaya bahwa jika suatu negara adalah anggota Mahkamah Pidana Internasional, dan seseorang yang dicari pengadilan memasuki wilayah kita, maka orang itu harus ditahan," tegasnya, disadur Keidenesia.TV dari CNNIndonesia, Rabu, 22 April 2026. Orang yang dimaksud Magyar adalah Netanyahu.

Sebelumnya pada November 2024 lalu, ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk PM Israel dan Menteri Pertahanan saat itu Yoav Gallant karena kejahatan perang imbas agresi di Jalur Gaza Palestina.

Hungaria yang saat itu masih dipimpin Perdana Menteri Viktor Orban menjadi satu-satunya negara Uni Eropa yang menolak keputusan ICC.

Orbam merupakan sekutu dekat Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan punya relasi yang stabil dengan Netanyahu.

Netanyahu bahkan sempat menginjakkan kaki di Hungaria untuk bertemu Orban pada April 2025, lima bulan setelah surat perintah penangkapan ICC rilis.

Momen ini jadi sorotan karena Hungaria adalah anggota ICC yang seharusnya punya kewajiban mematuhi perintah penangkapan.

Namun di kesempatan tersebut, Orban mengumumkan penarikan Hungaria dari ICC dan menyatakan enggan menangkap Netanyahu.

Saat ini, kebijakan Magyar berbeda dengan Viktor Orban. Peter Magyar meraih kemenangan dalam pemilu Hungaria yang dilaksanakan pada Minggu, 12 April 2026.

Hasil ini disambut gegap gempita oleh para pemimpin Eropa.

Bagi mereka, hasil ini bukan sekadar pergantian kekuasaan, tetapi sinyal kuat bahwa Hungaria akhirnya kembali ke jalur Uni Eropa setelah bertahun-tahun berada di bawah bayang-bayang kepemimpinan.

 

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

russell

Bertrand Russell

"Perang tidak menentukan siapa yang benar, hanya siapa yang tersisa"
Load More >