
UPdates—Presiden Prabowo Subianto berencana mengirim warga negara Indonesia (WNI) terpilih untuk mengikuti program kosmonaut Rusia.
You may also like :
Sebelum Ditangkap, Selebgram Indonesia Ternyata Unggah Foto Bareng Kelompok Bersenjata di Myanmar, Didakwa UU Anti-Terorisme
Kosmonaut adalah penerbang atau awak pesawat ruang angkasa yang dilatih secara khusus oleh Badan Antariksa Rusia (Roscosmos).
You might be interested :
Ngeri, Heli Presiden Rusia di Pusat Pertempuran saat Serangan Besar-besaran Ukraina
Istilah ini secara harfiah berarti "pelaut alam semesta" (kosmos + nautes), yang merujuk pada profesi yang sama dengan astronot (AS) atau taikonaut (Tiongkok), yaitu penjelajah luar angkasa.
Menteri Luar Negeri, Sugiono mengatakan rencana tersebut merupakan bagian dari penjajakan kerja sama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi
“Hal-hal lain yang dibahas juga mengenai kerja sama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, kemudian antariksa. Bapak Presiden menyampaikan kemungkinan untuk Indonesia mengirimkan orang-orang terpilih dan terbaik untuk bisa mengikuti program kosmonaut-nya Rusia,” kata Sugiono sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari keterangan pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 22 April 2026.
Sugiono menjelaskan, pengiriman peserta ke program kosmonaut di Rusia menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi teknologi tinggi. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan nasional di bidang sains dan eksplorasi luar angkasa.
Indonesia pernah punya astronot bernama Prof. Dr. Pratiwi Pujilestari Sudarmono. Ilmuwan mikrobiologi jebolan Universitas Indonesia itu diproyeksikan ikut misi peluncuran satelit Palapa B-3 sekaligus membawa eksperimen medis tentang ketahanan tubuh manusia di ruang angkasa pada tahun 1985.
Sayang, mimpi dr. Pratiwi terhenti akibat tragedi Challenger tahun 1986 yang menggagalkan seluruh misi itu.