
UPdates–Pusat Investigasi dan Koordinasi Kejahatan Siber (CICC) Filipina mengeluarkan larangan sementara terhadap game mobile GoreBox menyusul penembakan sekolah di Kota Tacloban yang menewaskan tiga siswa dan melukai 20 lainnya.
You may also like :
Badai Terkuat di Bumi Tahun Ini Tengah Menerjang Filipina, Ribuan Orang Dievakuasi
Dalam sebuah pernyataan, Wakil Sekretaris CICC Renato “Aboy” Paraiso mengatakan larangan sementara tersebut diberlakukan setelah penyelidikan awal polisi menemukan bahwa salah satu siswa kelas 9 yang terlibat dalam penembakan di Sekolah Menengah Atas Nasional San Jose adalah pemain aktif game online tersebut.
You might be interested :
Baku Tembak di Pameran Mobil, 3 Tewas dan 15 Terluka
GoreBox memungkinkan pemain untuk bereksperimen dengan berbagai senjata dan menampilkan penggambaran kekerasan yang grafis.
“Kami memblokir Gorebox untuk sementara sebagai tindakan pencegahan sambil menunggu penyelidikan. Dalam sehari, aplikasi tersebut akan diblokir,” kata Paraiso sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari PNA, Rabu, 24 Juni 2026.
Selain itu, CICC dan Dewan Kesejahteraan Anak (CWC) dan Pusat Pemantauan Ancaman (TMC) CICC bekerja sama mengintensifkan pengawasan aktivitas daring di GoreBox dan platform serupa lainnya.
“Kita tidak bisa mengabaikan kemungkinan pengaruh daring yang mungkin telah berkontribusi pada insiden tragis ini. Pemblokiran sementara game ini akan memungkinkan pihak berwenang untuk melakukan penilaian menyeluruh dan menentukan apakah platform tersebut berperan dalam tindakan para tersangka,” jelasnya.
Diluncurkan pada tahun 2023 untuk ponsel Android dan kemudian di PC melalui toko Steam, GoreBox diiklankan sebagai “game sandbox berbasis fisika di mana kreativitas bertemu dengan kehancuran tanpa batas.”
Sebelumnya, pemerintahan Marcos mengatakan terbuka untuk langkah-langkah legislatif yang akan mengatur akses ke konten kekerasan, khususnya di kalangan anak di bawah umur.