
UPdates - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantah tudingan bahwa AS akan menggunakan nuklir untuk menyerang Iran.
You may also like :
Serangan Mobil di New Orleans, 10 Tewas dan 30 Terluka
Kepada para jurnalis di Gedung Putih, Kamis, 23 Januari 2026 waktu setempat, Trump mengatakan bahwa senjata nuklir juga tak boleh digunakan siapa pun.
You might be interested :
Biden Divonis Kanker Prostat Paling Agresif, Reaksi Trump Mengejutkan
"Tidak, saya tidak akan menggunakannya (senjata nuklir)," kata Trump, disadur dari AFP.
Trump berulang kali mengatakan ingin menghancurkan program nuklir Iran karena dianggap membahayakan kawasan Timur Tengah.
Alasan ini juga digunakan AS dan Israel untuk menggempur Iran sejak 28 Februari lalu. Iran berulang kali membantah tuduhan AS, dan menegaskan program nuklir mereka bukan untuk senjata tapi tujuan damai.
Masalah pengayaan nuklir Iran juga jadi salah satu pembahasan alot dalam negosiasi damai lanjutan AS-Iran imbas konflik akhir Februari itu.
Rumor kemungkinan Trump akan menggunakan senjata nuklir untuk menyerang Iran sebelumnya sempat viral, usai presiden AS ini disebut meminta kode nuklir saat rapat soal perang pada pekan lalu.
Klaim viral itu berasal dari pernyataan mantan pejabat CIA, Larry Johnson, saat wawancara dalam podcast "Judging Freedom" pada 20 April. Dalam siniar itu Johnson mengeklaim pertemuan darurat Gedung Putih yang digelar pada 18 April berakhir konfrontatif.
Dia menyebut nama Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine, yang termasuk menolak arahan Trump soal permintaan kode nuklir.