Benjamin Netanyahu (Foto: Anadolu)

Dokumen Rahasia Bocor, Jaksa Agung Israel akan Interogasi Netanyahu

26 February 2026
Font +
Font -

UPdates—Jaksa Agung Israel, Gali Baharav-Miara memutuskan untuk memanggil Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk memberikan kesaksian dalam penyelidikan atas dugaan kebocoran dokumen rahasia.

You may also like : netanyahu putra mahkota saudi reutersPM Israel Minta Pindahkan Palestina ke Arab Saudi, Yordania Siapkan Skenario Perang

Stasiun penyiaran publik Israel KAN melaporkan bahwa tanggal untuk kesaksian Netanyahu belum ditentukan.

You might be interested : download (10)PBB Umumkan Israel Lakukan Genosida di Gaza

Netanyahu diharapkan menjawab pertanyaan mengenai bagaimana informasi diperoleh dari kantornya sebagai bagian dari kasus yang sedang berlangsung yang memeriksa tuduhan bahwa kepala stafnya, Tzachi Braverman, mencoba menghalangi penyelidikan atas kebocoran dokumen rahasia ke surat kabar Jerman Bild.

Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Kamis, 26 Februari 2026, Jaksa Agung memberikan otorisasi kepada polisi untuk memanggil Netanyahu untuk diinterogasi.

Perintah kerahasiaan yang diberlakukan pengadilan mengenai bagaimana informasi rahasia diperoleh sebelum kebocoran tersebut tetap berlaku.

Braverman sebelumnya ditahan karena dicurigai berupaya menghalangi penyelidikan atas transfer dokumen rahasia sensitif ke media asing.

Ia secara luas dianggap sebagai tokoh sentral dan berpengaruh di kantor Netanyahu, yang bertanggung jawab mengelola berkas-berkas sensitif.

Sebagai bagian dari penyelidikan yang sama, mantan juru bicara Netanyahu, Eli Feldstein, yang sebelumnya telah ditangkap dalam kasus ini, juga dipanggil kembali untuk memberikan kesaksian.

Dalam sebuah wawancara dengan KAN pada 24 Desember, Feldstein menuduh bahwa Braverman memanggilnya larut malam selama serangan Gaza untuk pertemuan rahasia dan menawarkan kesepakatan yang bertujuan untuk mencegah penyelidikan keamanan yang menargetkan Kantor Perdana Menteri.

Menurut berkas penyelidikan, Feldstein pada tahun 2024 diduga berupaya untuk membocorkan dokumen rahasia ke Bild untuk memengaruhi opini publik terhadap protes yang diadakan selama negosiasi pertukaran sandera di Jalur Gaza.

Feldstein dilaporkan berpendapat bahwa demonstrasi tersebut merugikan negosiasi dan memperkuat Hamas.

Font +
Font -