
UPdates - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan dunia telah memasuki zona bahaya akibat fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung dengan kekuatan luar biasa.
You may also like :
El Nino “Raksasa” Mengintai, PBB: Dunia Memasuki Zona Bahaya Cuaca Ekstrem
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengatakan El Nino kali ini berpotensi menjadi salah satu yang terkuat beberapa dekade terakhir.
You might be interested :
Sejarah Hari Ini, 29 Agustus: Hari Internasional Menentang Uji Coba Senjata Nuklir
Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyebut fenomena tersebut sebagai El Nino terkuat dalam lebih dari 70 tahun. WMO memperkirakan dampaknya dapat berlangsung setidaknya hingga Februari 2027.
Guterres memperingatkan bahwa dunia menghadapi kondisi cuaca yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia menyerukan kepada pemerintah dan ilmuwan untuk meningkatkan upaya mitigasi serta memperkuat sistem peringatan dini.
Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat dapat mempersiapkan diri sebelum dampak cuaca ekstrem terjadi. WMO juga mengerahkan berbagai upaya untuk membantu negara-negara menghadapi dampak El Nino.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo memperingatkan bahwa fenomena tersebut dapat memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat dan perekonomian. Menurutnya, kesiapsiagaan menjadi kunci untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan.
Dilansir Keidenesia.Tv dari laman RRI, Sabtu, 5 September 2026, pemanasan permukaan laut di kawasan Pasifik menjadi salah satu indikator utama kekuatan El Nino. Suhu permukaan laut di sejumlah wilayah tercatat lebih dari 2 derajat Celsius di atas kondisi normal.
Angka tersebut menjadi kategori El Nino kuat dan berpotensi mendekati kenaikan 4 derajat Celsius secara bulanan di beberapa wilayah. Pemantauan WMO menunjukkan kondisi tersebut menjadi yang terkuat sejak pencatatan dimulai pada 1950.
Bahkan, suhu air di bawah permukaan laut di kawasan Pasifik dilaporkan lebih dari 8 derajat Celsius di atas rata-rata pada sejumlah lokasi. Panas tersebut dapat berpindah ke atmosfer dan memengaruhi pola cuaca global.
PBB menegaskan bahwa dampak El Nino tidak hanya menjadi persoalan cuaca. Fenomena tersebut juga dapat memengaruhi ketahanan pangan, kesehatan, ekonomi, dan kehidupan masyarakat.
Oleh karena itu, negara-negara didorong meningkatkan kerja sama dan memperkuat sistem peringatan dini. Kesiapsiagaan sejak dini diharapkan dapat mengurangi korban dan kerugian akibat cuaca ekstrem yang dipicu fenomena El Nino.
El Nino merupakan fenomena alam yang terjadi ketika perairan Samudra Pasifik bagian tengah dan timur mengalami pemanasan tidak normal. Kondisi tersebut dapat mengubah pola cuaca di berbagai wilayah dunia.
Fenomena tersebut dapat memicu kekeringan, meningkatkan kekuatan topan, menyebabkan banjir, serta menaikkan suhu udara. Situasi tersebut menjadi semakin mengkhawatirkan karena terjadi di tengah pemanasan global yang disebabkan oleh aktivitas manusia.