Ilustrasi. Kapal induk AS USS Abraham Lincoln. (foto:nationalinterest.org)

Gencatan Senjata Segera Berakhir, AS dan Iran Kembali Saling Ancam

21 April 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengancam akan mengungkapkan 'kartu baru di medan perang' jika gencatan senjata berakhir tanpa kesepakatan, sebagai respons atas ancaman Presiden AS Donald Trump.
  • Presiden Trump mengancam Iran dengan 'masalah yang belum pernah mereka lihat sebelumnya' jika gencatan senjata selama dua minggu berakhir tanpa kesepakatan.
  • Putaran kedua pembicaraan perdamaian AS-Iran di Pakistan masih belum jelas setelah AS menyita kapal berbendera Iran di dekat Selat Hormuz, yang memicu lonjakan harga minyak global.
  • Iran menyatakan bahwa mereka tidak akan bernegosiasi di bawah ancaman dan memiliki daftar tuntutan yang panjang, termasuk masalah Selat Hormuz, sanksi, dan rudal balistik.
  • Presiden Trump yakin bahwa Iran akan bernegosiasi, tetapi jika tidak, mereka akan menghadapi konsekuensi yang serius, termasuk kemungkinan serangan militer.
  • Gencatan senjata antara AS dan Iran diperkirakan akan berakhir, yang meningkatkan ketegangan dan memperburuk hubungan antara kedua negara.
  • Pembicaraan perdamaian AS-Iran diharapkan dapat menyelesaikan beberapa masalah penting, termasuk ganti rugi perang, hubungan regional Iran, dan program nuklir Iran.
atau

UPdates - Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan bahwa mereka "siap untuk mengungkapkan kartu baru di medan perang" setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam Teheran dengan "masalah yang belum pernah mereka lihat sebelumnya" jika gencatan senjata selama dua minggu berakhir pada hari Rabu tanpa kesepakatan.

You may also like : presiden iran masoud pezeshkian aaKepada Perdana Menteri Malaysia, Presiden Iran Sebut Misi Israel Gagal

Perang kata-kata ini terjadi ketika putaran kedua pembicaraan perdamaian AS-Iran yang dijadwalkan berlangsung pekan ini di Pakistan masih belum jelas setelah AS menyita kapal berbendera Iran di dekat Selat Hormuz pada akhir pekan, yang membuat marah otoritas Iran dan memicu lonjakan harga minyak global lainnya.

You might be interested : captureTrump Kirim Kapal Perang Terbesar di Dunia Milik Amerika Serikat ke Timur Tengah

Tohid Asadi dari Al Jazeera yang melaporkan dari Teheran mengatakan, “Belum ada konfirmasi resmi apakah Iran akan ikut serta dalam pembicaraan di Islamabad.”

“Kita tahu bahwa Iran telah mencoba untuk tetap membuka pintu diplomasi, jadi masih ada kemungkinan,” tambahnya, disadur Keidenesia.TV dari Al Jazeera, Selasa, 21 April 2026,

Dalam unggahan semalam di X, Ghalibaf mengungkapkan kemarahannya kepada Trump karena "menerapkan pengepungan dan melanggar gencatan senjata".

“Kami tidak menerima negosiasi di bawah bayang-bayang ancaman, dan dalam dua minggu terakhir, kami telah bersiap untuk mengungkap kartu baru di medan pertempuran,” katanya.

Menurut Asadi, ini adalah "pesan yang campur aduk", "yang menyatakan bahwa Iran siap untuk bernegosiasi tetapi bukan dengan syarat yang dipaksakan oleh AS".

“Tidak akan ada negosiasi yang mudah, jika memang terjadi, karena masih ada beberapa poin penting yang rumit. Kedua belah pihak memiliki daftar tuntutan yang panjang, termasuk yang berkaitan dengan Selat Hormuz, sanksi, ganti rugi perang, rudal balistik, dan hubungan regional Iran,” kata Asadi.

Sementara itu, Trump mengatakan dia yakin Iran akan bernegosiasi, menambahkan bahwa jika tidak, negara itu akan "menghadapi masalah".

Dia mengatakan kepada PBS News pada hari Senin bahwa jika gencatan senjata berakhir tanpa kesepakatan, maka "banyak bom akan mulai meledak".

“Yah, mereka akan bernegosiasi, dan jika tidak, mereka akan melihat masalah yang belum pernah mereka lihat sebelumnya,” kata Trump dalam sebuah panggilan telepon ke program radio konservatif John Fredericks Show.

“Semoga mereka akan membuat kesepakatan yang adil, dan mereka akan membangun kembali negara mereka, tetapi ketika mereka melakukannya, mereka tidak akan memiliki senjata nuklir,” kata Trump. “Kita tidak bisa membiarkan itu terjadi, itu bisa menjadi kehancuran dunia, dan kita tidak akan membiarkan itu terjadi.”

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

russell

Bertrand Russell

"Perang tidak menentukan siapa yang benar, hanya siapa yang tersisa"
Load More >