Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian (Foto: X)

Ikat Balita, Polisi Gerebek Tempat Penitipan Anak Little Aresha di Yogyakarta

25 April 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Polisi menggerebek tempat penitipan anak Little Aresha di Yogyakarta karena dugaan penganiayaan terhadap anak-anak yang dititipkan, dengan menemukan balita dalam kondisi terikat.
  • Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta menyatakan bahwa anak-anak diperlakukan tidak manusiawi dan menyaksikan langsung perlakuan itu saat penggerebekan.
  • Jumlah anak yang diduga menjadi korban kekerasan di tempat penitipan ini sebanyak 53 orang berdasarkan data sementara.
  • Polresta Yogyakarta menangkap 30 orang saat menggerebek tempat penitipan anak tersebut.
  • Orang tua dari anak-anak yang dititipkan di tempat tersebut mengaku syok dan memohon bantuan polisi untuk menindak tegas para pelaku.
  • Seorang ibu memohon agar foto dan video anak-anak yang menjadi korban tidak disebarluaskan karena merupakan waktu sulit bagi mereka.
  • Polisi masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus ini.
atau

UPdates—Polisi menggerebek tempat penitipan anak (daycare) Little Aresha di Umbulharjo, Kota Yogyakarta terkait dugaan penganiayaan terhadap anak-anak yang dititipkan.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian menyebut anak-anak yang dititipkan diperlakukan tidak manusiawi.

Mereka menyaksikan langsung perlakuan itu saat polisi melakukan penggerebekan. Menurutnya, balita ditemukan dalam kondisi terikat.

"Ada juga yang kakinya diikat, tangannya diikat dan sebagainya. Secara umum seperti itu yang bisa saya jelaskan," kata Riski Adrian dalam keterangan ke awak media, Sabtu, 25 April 2026 sebagaimana dilansir Keidenesia.tv.

Jumlah anak yang diduga jadi korban kekerasan di tempat penitipan ini sebanyak 53 orang. Itu sesuai data sementara yang didapat polisi yang masih terus melakukan penyelidikan.

Dalam kasus mengejutkan ini, Polresta Yogyakarta menangkap 30 orang saat menggerebek tempat penitipan anak itu.

"Alhamdulillah kemarin juga kita telah mengamankan sekitar 30 orang," beber Riski Adrian.

Sebagaimana dipantau Keidenesia.tv dari Instagram Humas Polda DIY, seorang wanita yang bernama Theeka Tique mengaku anaknya juga dititipkan di sana.

Kemarin saat menjemput buah hatinya, tempat itu kata dia sudah ramai. Belakangan, ia mengaku syok melihat rekaman video polisi.

“Mohon izin pak polisi mohon bantuannya untuk menindak tegas para pelaku. Terima kasih banyak atas usahanya, kami sebagai orang tua tidak tahu menahu ada apa di dalam karena akses orang tua dibatasi hanya sampai di depan saja,” tulisnya di kolom komentar unggahan Humas Polda DIY.

Ibu lainnya, Tri Susilowati berharap foto dan video anak-anak yang jadi korban agar tidak terus disebarluaskan.

“Saya orang tua dari salah satu murid, saya memohon dengan sangat, stop posting/share korban, mereka anak anak kami, dan saat ini adalah waktu yang sangat sangat sulit bagi kami, terima kasih atas perhatian dan pengertiannya,” ujarnya.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

russell

Bertrand Russell

"Perang tidak menentukan siapa yang benar, hanya siapa yang tersisa"
Load More >