Presiden AS Donald Trump. (foto:Dok.White House/Daniel Torok)

Iran Terus Melawan, Trump Kesal Ditanya Soal Kemungkinan Pakai Senjata Nuklir

1 September 2026
Font +
Font -

UPdates—Presiden Donald Trump menepis kemungkinan penggunaan senjata nuklir terhadap Iran sebagai cara untuk memberikan pukulan telak kepada Teheran yang terus memberikan perlawanan dalam perang yang telah berlangsung selama enam bulan.

You may also like : mohsen rezaei reutersBantah Target Putra Trump, Kepala Keamanan Iran: Kami Akan Kirim Netanyahu ke Neraka

Trump mengesampingkan opsi tindakan nuklir dan melontarkan kecaman terhadap wartawan yang menanyakan hal tersebut dalam sebuah acara di Ruang Oval pada 31 Agustus waktu AS.

You might be interested : rudal rusia topol gettyAnggota Parlemen Rusia Minta Pakai Senjata Nuklir untuk Paksa Ukraina Menyerah

"Saya tidak akan pernah mengatakan hal itu. Tapi jawabannya ya. Saya menepisnya ‒ tidak ada alasan untuk itu," ujar Trump saat ditanya apakah ia bisa memastikan tidak akan menggunakan senjata nuklir terhadap Iran sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari USA Today, Selasa, 1 September 2026.

"Sungguh pertanyaan yang bodoh. Lihatlah, mereka sudah kalah total secara militer. Jadi sekarang, setelah saya mengalahkan mereka, saya harus menggunakan senjata nuklir untuk menghantam mereka? Pertanyaan yang bodoh sekali," ketusnya.

Satu-satunya saat Amerika Serikat menggunakan senjata nuklir dalam perang adalah terhadap Jepang pada tahun 1945 untuk mengakhiri Perang Dunia II, yang menewaskan lebih dari 200.000 orang (menurut perkiraan) dan memicu upaya global selama beberapa dekade untuk mencegah perang nuklir.

Pemerintahan Trump tidak memberikan indikasi bahwa tindakan nuklir menjadi opsi terkait Iran. Mantan anggota Kongres dari Georgia, Marjorie Taylor Greene—yang dulunya sekutu namun kini menjadi pengkritik Trump—bulan ini menuding bahwa pemerintahan Trump telah membahas penggunaan senjata nuklir terhadap Iran dalam rapat-rapat strategi.

Namun, Greene tidak menyertakan bukti untuk mendukung klaimnya, dan Gedung Putih membantah tuduhan tersebut.

Sejak awal perang, Trump menyatakan bahwa tujuan operasi militer AS terhadap Iran adalah untuk memastikan Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.

"Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Jika Iran memiliki senjata nuklir, Israel pasti sudah musnah," kata Trump pada 31 Agustus.

"Dan mereka pasti akan menyerang kota-kota kita suatu saat nanti karena mereka adalah orang-orang yang sakit jiwa," lanjutnya.

Meskipun Trump mengesampingkan kemungkinan perang nuklir, sebelumnya pada hari itu ia mengisyaratkan rencana untuk menyerang Iran sebagai tanggapan atas serangan balasan yang dilancarkan Iran terhadap dua pangkalan AS di Yordania pada 30 Agustus.

Serangan tersebut—yang berhasil dicegat sebelum mengenai sasaran di Yordania—merupakan respons Iran terhadap tindakan pasukan AS yang menyerang dua peluncur rudal Iran di Pulau Larak. Itu adalah kali pertama Amerika Serikat menyerang Iran sejak 30 Juli.

"Kami akan menghantam mereka dengan keras," ujar Trump kepada Fox News, sebagaimana disampaikan oleh reporter Trey Yingst yang berbicara dengan sang presiden melalui telepon.

"Akan ada tindakan balasan," tegasnya.

Saling serang kembali terjadi setelah pemerintahan Trump sempat menunda operasi militer terhadap Iran selama sebulan terakhir, dan lebih memilih untuk memberikan tekanan ekonomi melalui sanksi demi mencapai tujuannya.

Trump kemudian menyebut Iran sebagai negara gagal saat ditanya oleh seorang reporter apakah serangan baru tersebut merupakan bagian dari operasi terbatas atau kembali ke operasi militer berskala penuh.

"Itu tidak berarti kami tidak akan menghajar mereka. Kita lihat saja nanti apa yang terjadi," kata Trump dari Ruang Oval.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

images (9)

Christopher Paolini

"Tanpa rasa takut, tidak akan ada keberanian."
Load More >