Kapal-kapal Armada Global Sumud yang ditahan oleh Israel dibawa ke Pelabuhan Ashdod di Ashdod, Israel pada 19 Mei 2026. (Foto: Mostafa Alkharouf - Anadolu Agency)

Israel Amankan 430 Aktivis, Presiden Korsel Marah 2 Warganya Ditangkap, Minta Terbitkan Surat Penangkapan Netanyahu

20 May 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Israel telah menangkap 430 aktivis dari armada internasional yang menuju Gaza untuk mengirimkan bantuan, dengan alasan bahwa aksi tersebut hanya merupakan kampanye publisitas untuk kepentingan Hamas.
  • Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, mempertanyakan dasar hukum penangkapan kapal bantuan oleh Israel dan menyarankan agar Seoul mempertimbangkan untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
  • Armada Global Sumud yang diserang dan disita oleh angkatan laut Israel membawa aktivis dari 39 negara, termasuk dua warga negara Korea Selatan, dalam upaya untuk menembus blokade Israel di Gaza sejak 2007.
  • Penyelenggara armada menyatakan bahwa Israel telah secara ilegal dan dengan kekerasan mencegat kapal kemanusiaan internasional dan menculik para sukarelawan yang menjalankan misi untuk memecah pengepungan ilegal di Gaza.
  • Presiden Lee Jae Myung menegaskan bahwa Israel tidak boleh terus menerus dibiarkan berbuat seenaknya dan melanggar norma internasional, serta menyarankan agar Korea Selatan harus mempertimbangkan tindakan yang lebih tegas.
  • Kapal-kapal yang diserang dan disita oleh Israel juga membawa aktivis dari negara-negara seperti Indonesia, Jerman, AS, dan Prancis, menunjukkan skala internasional dari upaya bantuan untuk Gaza.
  • Israel berencana untuk terus bertindak sesuai dengan hukum internasional dan tidak akan mengizinkan pelanggaran apa pun terhadap blokade laut yang sah di Gaza, namun tindakan ini dipertanyakan oleh banyak pihak internasional.
atau

UPdates—Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan bahwa perjalanan armada internasional terbaru yang menuju Gaza untuk mengirimkan bantuan telah berakhir.

You may also like : trump netanyahu anadoluTrump Dicap Presiden yang Paling Mudah Ditipu Netanyahu dan Lemah

Mereka mengatakan bahwa 430 aktivis yang ada di atas kapal-kapal tersebut sedang dipindahkan ke Israel.

You might be interested : gaza anak 1 aaHabiba Bangunlah, Perang Sudah Berakhir

“Semua 430 aktivis telah dipindahkan ke kapal-kapal Israel dan sedang menuju Israel, di mana mereka akan dapat bertemu dengan perwakilan konsuler mereka," kata Kementerian tersebut di X sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari MEMO, Rabu, 20 Mei 2026.

Kementerian itu menyebut aksi para aktivis hanya merupakan kampanye publisitas. "Armada ini sekali lagi terbukti tidak lebih dari aksi PR untuk kepentingan Hamas," tegasnya.

Kementerian tersebut mengatakan Israel akan terus bertindak sepenuhnya sesuai dengan hukum internasional dan tidak akan mengizinkan pelanggaran apa pun terhadap blokade laut yang sah di Gaza.

Dalam sebuah unggahan di X, penyelenggara Armada Global Sumud menyebut Israel menculik para aktivis di perairan internasional.

“Pendudukan Israel sekali lagi secara ilegal dan dengan kekerasan mencegat armada kapal kemanusiaan internasional kami dan menculik para sukarelawan kami saat mereka menjalankan misi yang sah untuk memecah pengepungan ilegal di Gaza dan membuka koridor kemanusiaan,” kata penyelenggara.

Sementara itu, Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung mengecam keras penyitaan kapal bantuan tujuan Gaza yang membawa aktivis Korea Selatan oleh militer Israel.

Berbicara dalam rapat Kabinet, Lee menurut The Chosun Daily mempertanyakan dasar hukum untuk mencegat Armada Global Sumud, menanyakan apakah kapal tersebut telah memasuki perairan teritorial Israel atau melanggar batas yang diakui.

Lee mengatakan bahwa Seoul harus mempertimbangkan surat perintah penangkapan Pengadilan Kriminal Internasional untuk Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

“Hampir semua negara Eropa telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mengumumkan rencana untuk menangkapnya jika ia memasuki wilayah mereka. Kita juga harus mempertimbangkan hal ini,” katanya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu.

Ia menegaskan, Israel tidak boleh terus menerus dibiarkan berbuat seenaknya. “Ada norma internasional minimum, dan Israel melanggar semuanya. Mereka harus mematuhi prinsip-prinsip; kita telah mentolerir ini terlalu lama,” lanjutnya.

“Apa dasar hukum bagi Israel untuk menyita atau menenggelamkan kapal, termasuk kapal yang membawa warga negara kita, yang menjadi sukarelawan untuk Gaza? Bukankah invasi dan pendudukan Gaza oleh Israel ilegal menurut hukum internasional?” kata Lee.

Sebagai tanggapan, Penasihat Keamanan Nasional Wi Sung-lac mengatakan: “Ini membutuhkan pengawasan... Konflik dimulai dengan Hamas menyerang Israel dan membunuh hampir 2.000 orang, yang menyebabkan Israel memberlakukan kontrol militer atas wilayah tersebut.”

Presiden kemudian bertanya apakah Gaza adalah wilayah Israel. Wi menjawab: “Itu bukan wilayah Israel.”

“Bukankah seharusnya kita protes? Bahkan selama pertempuran, bisakah kapal negara ketiga disita? Ini adalah masalah akal sehat dasar, bukan hanya hukum, bukan?” tegas Lee.

Kapal-kapal yang diserang dan disita oleh angkatan laut Israel juga membawa dua warga negara Korea Selatan.

Armada yang terdiri dari lebih dari 50 perahu itu berlayar pada hari Kamis dari distrik Marmaris di Mediterania Turki dalam upaya baru untuk menembus blokade Israel yang diberlakukan di Gaza sejak 2007.

Penyelenggara mengatakan dalam misi tersebut, ada 96 aktivis Turki dan peserta dari 39 negara lain termasuk Jerman, AS, Argentina, Australia, Bahrain, Brasil, Aljazair, Indonesia, Maroko, Prancis, Afrika Selatan, Inggris, Irlandia, Spanyol, Italia, Kanada, Mesir, Pakistan, Tunisia, Oman, dan Selandia Baru.

Ini bukan pertama kalinya Israel menyerang dan menangkap aktivis yang ikut dalam armada bantuan Gaza.

Sebelumnya, pasukan Israel juga menyerang armada bantuan Global Sumud di lepas pantai pulau Kreta, Yunani, pada malam hari antara tanggal 29 dan 30 April.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Hiram Johnson

“Korban pertama ketika perang datang adalah kebenaran”
Load More >