
UPdates—Serangan udara Israel di Gaza terus berlanjut. Terbaru, serangan udara di Jalur Gaza selatan dan tengah menewaskan dua warga Palestina dan tiga lainnya luka-luka.
You may also like :
11 Negara Panggil, Tegur, dan Desak Duta Besar Israel Minta Maaf Usai Menteri Ben-Gvir Pamer Video Ejek Aktivis
Serangan tersebut terjadi di tengah pelanggaran berkelanjutan Israel terhadap perjanjian gencatan senjata yang telah berlaku di Jalur Gaza sejak Oktober lalu.
You might be interested :
Disergap Pejuang Palestina di Gaza, 3 Tentara Israel Tewas, 12 Terluka, 2 Kritis
Menurut sumber medis, jenazah Amr Abu Shabab yang berusia 22 tahun dibawa ke Rumah Sakit Nasser di kota Khan Younis, Gaza selatan, setelah ia tewas dalam serangan pesawat tak berawak Israel di daerah Al-Satr Al-Gharbi, utara kota tersebut.
Sumber tersebut menambahkan bahwa sebuah pesawat tak berawak Israel menembakkan setidaknya satu rudal ke arah Abu Shabab saat ia berjalan di daerah tersebut pada Sabtu pagi waktu Gaza, dan menambahkan bahwa tim penyelamat tidak dapat menemukan jenazahnya hingga malam hari.
Jenazah seorang korban dan tiga warga Palestina yang terluka dibawa ke Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir al-Balah dan Rumah Sakit Al-Awda di kamp pengungsi Nuseirat setelah serangan pesawat tak berawak Israel menghantam sebuah kendaraan sipil yang melintas di dekat Bukit Al-Nuwairi, sebelah barat kamp di Gaza tengah.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Minggu, 12 Juli 2026, koresponden mereka mengutip saksi mata menyebut sebuah pesawat tak berawak Israel menembakkan setidaknya empat rudal ke kendaraan dan sekitarnya.
Saksi mata mengatakan rudal pertama menghantam kendaraan saat melewati area dekat Bukit Al-Nuwairi. Rudal kedua dan ketiga menargetkan orang-orang yang mencoba melarikan diri setelah serangan awal, sementara rudal keempat mendarat di dekat kendaraan saat warga berusaha menjangkau dan mengevakuasi korban luka.
Hingga Sabtu, pelanggaran gencatan senjata Israel di Gaza telah menewaskan 1.098 warga Palestina dan melukai 3.535 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Gaza telah hancur akibat perang genosida Israel sejak 8 Oktober 2023, dengan lebih dari 73.000 warga Palestina tewas dan lebih dari 173.000 luka-luka, menurut data Palestina.
Serangan Israel juga telah merusak atau menghancurkan sekitar 90% infrastruktur wilayah tersebut.