
UPdates—Presiden AS, Donald Trump mengatakan kepada Axios bahwa ia “terkejut” dengan banyaknya orang yang hadir di pemakaman pemimpin tertinggi Iran yang terbunuh, Ayatollah Ali Khamenei.
You may also like :
Trump Murka 3 Tentara Amerika Tewas dan 5 Luka Parah dalam Perang Iran
Trump memperkirakan pemimpin yang telah meninggal itu sangat tidak popular dan ia berpikir bahwa orang-orang membencinya.
You might be interested :
Perang Besar Berkobar, Pakistan Tembak Jatuh 5 Jet Tempur India
Selain itu, Trump juga menyatakan keterkejutannya atas tangisan warga Iran di pemakaman tersebut.
Ali Khamenei, yang memerintah Iran selama 36 tahun, wafat pada 28 Februari - hari ketika AS dan Israel mulai menyerang Iran, memicu perang di Timur Tengah.
Spekulasi mengenai jadwal upacara pemakaman telah berkembang sejak Maret.
Meskipun hukum Islam biasanya menetapkan bahwa orang yang meninggal harus dimakamkan sesegera mungkin, idealnya dalam waktu 24 jam, hal ini merupakan pengecualian karena keadaan perang.
Iran memilih tanggal 4 Juli, bertepatan peringatan 250 tahun berdirinya AS, untuk memulai pemakaman Khamenei.
Ritual pemakaman mencakup acara di Qom - kota suci di selatan Teheran, pada tanggal 7 Juli, dan upacara keagamaan lainnya.
Acara akan berakhir pada tanggal 9 Juli dengan pemakaman Khamenei di kota kelahirannya, kota suci Mashhad di timur laut.
Jutaan warga Iran telah berkumpul di jalan-jalan, menjadikan pemakaman ini salah satu peristiwa global yang paling banyak dipantau.
Pada hari Sabtu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi terlihat menangis selama upacara perpisahan untuk mantan Pemimpin Tertinggi Iran tersebut.
Menanggapi hal ini, Trump menyatakan keterkejutannya atas tangisan warga Iran dengan mengatakan bahwa ia mengira orang-orang membenci Khamenei.
"Mungkin itu air mata palsu," katanya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari NDTV, Minggu, 5 Juli 2026.
Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa AS memberi Iran "libur seminggu" untuk pemakaman.
“Kita memberi mereka libur seminggu untuk pemakaman karena kita baik," katanya.
Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, tidak akan menghadiri upacara pemakaman ayahnya, Ali Khamenei, karena masalah keamanan, demikian dilaporkan perwakilannya di India.
Menurut Ayatollah Hakim Elahi, ancaman dan risiko pengawasan Israel akan membuat kehadiran publik Mojtaba berbahaya.