Tim SAR berhasil menemukan jenazah Elmi Febrianti (Foto: IST)

Kematian Tragis Elmi Febrianti, Jatuh Saat Berfoto di Apparalang, tak Ada yang Berani Menolong saat Ia Lambaikan Tangan dan Minta Tolong

8 June 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Elmi Febrianti, seorang gadis berusia 20 tahun, meninggal dunia setelah terjatuh ke laut di kawasan Destinasi Wisata Apparalang, Kabupaten Bulukumba, saat berfoto.
  • Korban dilaporkan terjatuh dari sebuah papan dermaga yang menjorok ke arah laut dan berjuang untuk bertahan hidup, namun tidak ada yang berani menolongnya karena kondisi perairan yang berombak besar.
  • Pengunjung yang menyaksikan kejadian itu hanya merekam korban melambaikan tangan dan meminta tolong, tanpa melakukan upaya penyelamatan.
  • Pihak pengelola Destinasi Wisata Apparalang mengakui tidak ada upaya penyelamatan karena kondisi perairan yang ganas dan tidak ada peralatan penyelamatan yang memadai.
  • Korban ditemukan meninggal dunia setelah pencarian selama hampir sembilan jam, sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal diduga terjatuh.
  • Tim BPBD melakukan pencarian menggunakan perahu karet dan melalui jalur pesisir pantai sebelum menemukan korban mengapung di laut.
  • Korban kemudian dibawa ke puskesmas setempat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
atau

UPdates—Seorang gadis bernama Elmi Febrianti (20), warga Kelurahan Bontokamase, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba meninggal dunia setelah terjatuh ke laut di kawasan Destinasi Wisata Apparalang, Desa Ara, Kecamatan Bontobahari, Minggu, 7 Juni 2026.

You may also like : oplus 16908288Selain Yuran, Tiga Pilar PSM Ini Juga Terancam Absen Lawan Arema FC

Ia dilaporkan terjatuh saat Berfoto di Apparalang. Video siswi SMA itu melambaikan tangan dan berteriak minta tolong saat berjuang untuk bertahan hidup viral.

Elmi terjatuh ke laut saat berada di kawasan wisata Apparalang bersama keluarganya pada Minggu sekitar pukul 14.30 WITA

Korban diduga terjatuh saat berfoto di atas sebuah papan dermaga yang menjorok ke arah laut.

Sejumlah pengunjung yang berada di lokasi menyaksikan kejadian itu. Namun, kondisi perairan dilaporkan sedang berombak cukup besar membuat nyali mereka ciut untuk menolong.

Mereka hanya merekam korban saat masih terlihat berjuang melawan derasnya ombak beberapa saat setelah terjatuh.

Dalam video tampak korban melambaikan tangan dan meminta tolong.

“Kasihan, tidak bisaki juga kita (menolong),” kata seorang pengunjung perempuan dalam rekaman video yang dipantau Keidenesia.tv, Senin, 8 Juni 2026.

“Foto-foto tadi di situ di pinggir sekali,” lanjut wanita tersebut menceritakan awal peristiwa tragis tersebut.

Tanpa ada yang berusaha menolong, korban pada akhirnya terseret arus dan menghilang dari permukaan air.

Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Radar Selatan, pihak pengelola Destinasi Wisata Apparalang mengakui tidak ada upaya penyelamatan karena kondisi perairan saat kejadian sedang ganas dengan arus dan ombak yang cukup besar.

Menurut mereka, tidak ada warga maupun petugas pengelola yang berani turun melakukan pertolongan.

Kepala Desa Ara, Amiruddin, yang juga merupakan pengelola Yayasan Perintis Wisata Apparalang Tinadung, menyebut kondisi laut di kawasan Apparalang memang sedang tidak bersahabat.

Menurutnya, pihak pengelola telah mengingatkan pengunjung untuk berhati-hati melalui imbauan yang tercantum pada karcis masuk.

Dalam karcis seharga Rp10 ribu/orang itu disebutkan bahwa pengelola tidak bertanggung jawab atas kejadian yang tidak diinginkan yang dialami pengunjung.

Amiruddin mengakui tidak ada peralatan penyelamatan yang memadai di lokasi wisata itu. Meski demikian, ia menyebut terdapat pelampung yang disediakan.

"Pelampung ada, tetapi saat kejadian tidak ada yang mengambil karena panik," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan tidak ada warga maupun pihak pengelola yang berupaya melakukan penyelamatan ketika korban masih terlihat berjuang di tengah ombak.

"Memang tidak ada yang turun karena takut. Arusnya sangat deras," katanya.

Kepala BPBD Bulukumba, Andi Hasbullah, mengatakan korban ditemukan setelah pencarian selama hampir sembilan jam.

"Korban ditemukan sekitar pukul 00.10 WITA, Senin (8 Juni 2026) dini hari, dalam keadaan meninggal dunia," kata Andi Hasbullah sebagaimana dilansir dari kumparan.

Sebelumnya, Tim BPBD melakukan pencarian terhadap Elmi dengan menyisir lokasi kejadian menggunakan perahu karet dan melalui jalur pesisir pantai.

Korban kemudian ditemukan mengapung pada titik koordinat 5°31’31.285” Lintang Selatan dan 120°26’51.215” Bujur Timur.

"Korban ditemukan sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal diduga terjatuh," beber Andi.

Setelah ditemukan, korban langsung dibawa ke puskesmas setempat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Hiram Johnson

“Korban pertama ketika perang datang adalah kebenaran”
Load More >