Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah dalam konferensi pers, Kamis, 30 April 2026 di Ruang Palapa, Kemlu RI, Jakarta (Foto: Dokumentasi/RRI/Retno Mandasari)

Kemlu belum Bisa Bebaskan 4 WNI yang Disandera Perompak Somalia

1 June 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI belum berhasil membebaskan empat WNI yang disandera perompak Somalia, yaitu anak buah kapal (ABK) Kapal MT Honour 25.
  • Kemlu terus memantau situasi dan menjalin komunikasi dengan pihak terkait, termasuk perusahaan dan otoritas setempat, untuk membebaskan para sandera.
  • Proses negosiasi dengan perompak masih berlangsung, namun belum ada konfirmasi resmi mengenai jumlah tebusan yang diminta.
  • Kemlu juga memantau kondisi para WNI ABK, termasuk aspek kesehatan dan ketersediaan logistik di atas kapal, meskipun terdapat tantangan teknis.
  • Kapal MT Honour 25 diawaki oleh 15 orang, termasuk empat WNI, serta kru dari Pakistan, India, dan Myanmar, dan dibajak di perairan Hafun pada 22 April 2026.
  • KBRI Nairobi telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak di Somalia untuk menangani kasus penyanderaan ini.
  • Kemlu berjanji akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah informasi telah terverifikasi.
atau

UPdates—Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI belum berhasil membebaskan empat WNI Anak Buah Kapal (ABK) Kapal MT Honour 25 yang disandera perompak Somalia.

You may also like : zetro igTerekam CCTV, Diplomat Zetro Purba Dieksekusi, 2 Pelaku Berperawakan Kecil, Polisi Peru Duga Warga Asing

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah mengatakan bahwa mereka saat ini masih terus memantau perkembangan situasi WNI tersebut.

You might be interested : kamal adwan hospital aaMayat Berserakan di Jalan, 6 WNI Relawan Mer-C Selamat di RS Kamal Adwan Gaza

“Saat ini Kemlu via KBRI Nairobi dan Konsul Kehormatan (Konhor) Somalia masih terus memantau secara intensif perkembangan situasi awak kapal WNI dimaksud,” kata Heni Hamidah dalam pesan tertulis kepada RRI, Senin, 1 Juni 2026 sebagaimana dilansir Keidenesia.tv.

Menurutnya, mereka terus menjalin komunikasi dengan pihak terkait. “Tim berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk perusahaan dan otoritas setempat,” jelasnya.

Heni mengungkapkan, berdasarkan informasi terakhir, proses negosiasi masih berlangsung. Ia menyebut, hingga saat ini juga belum terdapat konfirmasi resmi mengenai jumlah tebusan yang diminta para perompak.

Di sisi lain Heni memastikan, Kemlu RI bersama pihak-pihak terkait terus memantau kondisi para WNI ABK. Meski terdapat tantangan teknis terkait posisi kapal yang jauh dari jangkauan.

“Kondisi para awak kapal juga terus dipantau, termasuk aspek kesehatan dan ketersediaan logistik di atas kapal. Terdapat tantangan teknis terkait penyediaannya karena posisi kapal yang jauh dari jangkauan,” ujarnya.

Ia memastikan Kemlu dan Perwakilan RI terkait terus mengupayakan pelindungan dan penanganan terbaik bagi para WNI. “Kiranya kami akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut dalam hal informasi telah terverifikasi,” tandasnya.

Kabar penyanderaan WNI ini diketahui setelah beredar rekaman di media sosial yang memperlihatkan seorang WNI meminta pemerintah RI membebaskannya dari para perompak.

KBRI Nairobi langsung melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak di Somalia menyusul pembajakan di perairan Hafun pada 22 April 2026 itu.

Kapal tersebut diawaki oleh 15 orang, termasuk empat WNI, serta kru dari Pakistan, India, dan Myanmar.

Font +
Font -