
UPdates—Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya di dunia sepak bola. Mantan pelatih Tim Nasional Indonesia yang juga merupakan legenda PSM Makassar, Muhammad Basri atau M. Basri, meninggal dunia pada Kamis, 23 Juli 2026.
You may also like :
Hasil, Klasemen, dan Jadwal Piala Presiden 2025: Persib Bandung Gagal ke Final
Tetta Daeng Tuju sapaan M. Basri menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 04.52 WIB di Rumah Sakit Darmo, Surabaya, dalam usia 83 tahun.
Berpulangnya M. Basri menjadi duka bagi keluarga besar sepak bola nasional. Namun, kepergiannya diantar dengan sunyi.
Hasil pantauan Keidenesia.tv hingga Kamis sore, hampir tidak ada ucapan duka di media sosial dari PSSI hingga klub-klub yang pernah dibela atau dilatihnya. Begitu juga dengan website PSSI.
Keidenesia.tv hanya menemukan ucapan duka dari PSS Sleman. “Keluarga besar PSS Sleman turut berduka cita atas wafatnya pelatih PSS Sleman periode 2010–2011, M. Basri. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan,” demikian unggahan PSS Sleman.
Di panggung sepak bola Tanah Air, M. Basri yang mengabdi selama lebih dari tiga dekade dikenang sebagai pemain dan pelatih hebat.
Ia juga dianggap sebagai salah satu pembina talenta yang memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan sepak bola Indonesia.
Sebagai pemain, M. Basri memulai kariernya di klub tanah kelahirannya, PSM Makassar. Bersama tim Juku Eja, M. Basri sukses mempersembahkan dua gelar juara Kompetisi Perserikatan pada musim 1964–1965 dan 1965–1966.
Berkat penampilan hebatnya, M. Basri menjadi bagian dari Tim Nasional Indonesia sepanjang era 1960-an dan membela Tim Garuda di berbagai turnamen internasional.
Sebagai pelatih, M. Basri membawa Persebaya Surabaya menjuarai Perserikatan 1977. Setelah itu, ia memimpin Niac Mitra mendominasi kompetisi Galatama dengan meraih gelar juara pada 1981, 1982, dan 1986.
Sukses di klub, PSSI lantas mempercayakan Timnas Indonesia kepada M. Basri. Ia membesut timnas pada dua periode, yakni 1983 dan 1989, untuk menghadapi ajang Pra Olimpiade dan SEA Games.
Dalam kariernya, M. Basri juga pernah menangani Arema Malang dan Mitra Surabaya. Dan, pada 1995, M. Basri yang dikenal sangat disiplin dan motivator ulung kembali ke Makassar untuk menukangi PSM yang dikendalikan Nurdin Halid.