
UPdates—Kerim Alajbegovic buka suara mengenai keputusannya bergabung dengan Juventus. Ia mengakui bahwa meskipun klub-klub raksasa Eropa lainnya turut meminatinya, daya tarik Turin mustahil untuk diabaikan.
You may also like :
Reece James Buktikan Cintanya ke Chelsea
Bintang muda asal Bosnia ini sempat dikabarkan akan pindah ke Liga Premier sebelum akhirnya mengubah keputusan di saat-saat terakhir dan memilih bergabung dengan Bianconeri.
You might be interested :
Hasil Bola: Chelsea, Arsenal, Inter Menang, Barcelona, Juventus, Milan Imbang, Manchester City Dibantai
Alajbegovic merupakan salah satu talenta muda yang paling banyak diincar di Eropa setelah tampil mengesankan dalam sistem pembinaan RB Salzburg. Meski klub-klub seperti AC Milan, Roma, dan Napoli dikabarkan tertarik merekrutnya, Chelsea sempat tampak memimpin perburuan tanda tangannya.
Namun, Juventus bergerak cepat memanfaatkan situasi yang belum pasti tersebut dan berhasil mencapai kesepakatan yang membuat sang pemain muda akhirnya hijrah ke Italia.
Dalam wawancara dengan Tuttosport mengenai keputusannya menolak Liga Premier demi Serie A Italia, Alajbegovic menegaskan besarnya nama klub barunya.
"Ketika Juventus memanggil, sungguh sulit untuk menolak. Ini adalah salah satu klub terbesar di dunia dan saya sangat bangga mengenakan seragam ini. Memang benar, mengetahui bahwa klub menaruh kepercayaan pada saya adalah hal yang sangat penting bagi saya. Pjanic juga berperan penting dalam keputusan saya, karena dia pernah menjadi pemain Juventus dan memiliki pengaruh besar di klub ini," katanya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Goal, Kamis, 13 Agustus 2026.
Salah satu faktor utama di balik kepindahan ini adalah pencarian proyek yang menawarkan jalan jelas menuju tim utama.
Meskipun tawaran Chelsea sangat menggiurkan, Alajbegovic mencari pelatih yang bisa memberikan kepastian langsung mengenai perkembangan dan perannya dalam skuad.
Di sinilah Luciano Spalletti memainkan peran krusial dengan menawarkan integrasi taktis dan bimbingan yang tepat. Talenta asal Bosnia ini telah mulai menyerap tuntutan taktis dari mantan pelatih Napoli tersebut, yang sekaligus menunjukkan peningkatan kualitas serta ekspektasi tinggi di Allianz Stadium.
Mengomentari pengalaman awalnya di bawah asuhan Spalletti, Alajbegovic mengungkapkan kekagumannya.
"Saya bisa melihat saat latihan betapa hebatnya Spalletti; dia selalu menginginkan kesempurnaan. Bekerja sekeras ini adalah hal positif karena Anda mempelajari sesuatu yang baru di setiap sesi. Anda fokus pada presisi operan, pergerakan, dan penempatan posisi. Bagi saya, dia adalah pelatih kelas atas dan saya tidak sabar untuk terus belajar darinya," ujarnya.
Mendapat pujian dari seorang legenda
Bergabung dengan klub seperti Juventus berarti memikul beban sejarah dan sorotan dari para mantan pemain hebat.
Alajbegovic telah menarik perhatian sosok yang mungkin merupakan pemain terhebat yang pernah mengenakan seragam loreng hitam-putih, Alessandro Del Piero. Legenda bernomor punggung 10 itu baru-baru ini menyebut pemain asal Bosnia tersebut sebagai "bakat sejati," sebuah pujian yang tentu disadari oleh sang pemain baru.
"Del Piero tidak perlu diperkenalkan lagi; semua orang mengenalnya, dia adalah legenda sejati. Merupakan suatu kehormatan dia melontarkan kata-kata positif tentang saya; itu sungguh istimewa. Saya baru saja tiba dan harus terus bekerja keras, serta menunjukkan kemampuan saya kepada semua orang. Perjalanan panjang masih menanti saya," ujar Alajbegovic.
Beradaptasi dan menemukan inspirasi
Di luar lapangan, transisi kehidupan di Italia menjadi lebih mudah berkat kehadiran Kenan Yildiz. Kedua pemain memiliki latar belakang serupa—sama-sama dibesarkan di Jerman—yang memungkinkan mereka langsung menjalin kedekatan di ruang ganti.
Komunikasi sering kali menjadi hambatan terbesar bagi pemain muda yang pindah ke luar negeri, namun kemampuan berbicara bahasa Jerman dengan rekan setim telah membantu Alajbegovic beradaptasi lebih cepat dari perkiraan.
"Kenan adalah pemain kelas atas sekaligus pribadi yang luar biasa. Dia sangat membantu saya. Kami berbicara dalam bahasa yang sama, bahasa Jerman, dan penting bagi saya untuk memiliki seseorang yang bisa berbahasa yang sama dengan saya. Senang sekali dia ada di sini, begitu pula dengan pemain-pemain lainnya. Namun ya, Kenan adalah teman yang sangat baik bagi saya, dan kami tidak sabar untuk bermain serta bekerja sama demi membantu tim dan membawa Juventus ke puncak kejayaan," pungkas Alajbegovic.