
UPdates—Ketegangan di Selat Hormuz mencapai puncaknya setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa pasukan angkatan laut Amerika menyerang kapal kargo berbendera Iran yang mencoba menerobos blokade AS.
You may also like :
2 Hari Rudal Iran Bikin 14.583 Kerusakan di Israel, Trump: Semua Orang harus Segera Mengungsi dari Teheran
Dalam unggahan media sosial, Trump mengatakan bahwa TOUSKA—sebuah kapal dengan panjang hampir 275 meter, seukuran kapal induk—mengabaikan peringatan dari USS Spruance, sebuah kapal perusak rudal berpemandu.
You might be interested :
10 Menit Israel Serang Lebih 100 Lokasi di Lebanon, Ribuan Tewas dan Luka, IRGC: Hentikan atau Menyesal!
“Upaya itu tidak berakhir baik bagi mereka,” tulis Trump sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Yeni Safak, Senin, 20 April 2026.
“Kapal Angkatan Laut kita menghentikan mereka tepat di jalurnya dengan meledakkan lubang di ruang mesin,” lanjutnya.
Trump menambahkan bahwa Marinir AS sekarang menahan kapal tersebut dan sedang memeriksa muatannya.
TOUSKA berada di bawah sanksi Departemen Keuangan AS karena tuduhan aktivitas ilegal sebelumnya.
Sebagai tanggapan atas tindakan Amerika, angkatan bersenjata Iran langsung melancarkan serangan drone terhadap beberapa kapal perang AS.
Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim melaporkan serangan balasan itu tanpa menyebutkan besarnya kerusakan atau korban jiwa.
Sebelum serangan balasan itu, juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya menyatakan dalam sebuah pengumuman bahwa mereka akan menanggapi pembajakan bersenjata oleh militer AS tersebut.
Serangan balasan ini menandai peningkatan signifikan dalam konfrontasi militer langsung antara kedua negara, setelah berminggu-minggu negosiasi gencatan senjata yang dimediasi oleh Pakistan.