
UPdates—Seorang pemuda yatim piatu dari Tiongkok barat daya, yang khawatir pernikahannya akan sepi tamu setelah menjalani hidup yang penuh dengan kehilangan, mendapatkan respons luar biasa setelah mengundang orang asing secara daring untuk ikut merayakan hari bahagianya.
You may also like :
Lagi Main Bulu Tangkis, HP Terbakar di Kantong Celana, Pria di Hubei Luka Parah
Xu Chenghong, pria berusia 24 tahun asal Zhaotong di provinsi Yunnan, beralih ke media sosial menjelang pernikahannya karena khawatir hanya akan ada sedikit kerabat yang hadir di hari istimewanya.
You might be interested :
Pengantin Wanita Prediksi Nama Suaminya Saat Berusia 4 Tahun, Pernikahan Heboh saat Video Masa Kecil Diputar
Menurut laporan, Xu kehilangan ayahnya saat berusia tiga tahun. Ibunya menikah lagi dua tahun kemudian, sehingga ia dan kakak laki-lakinya dibesarkan oleh nenek mereka, yang juga meninggal dunia saat Xu masih kanak-kanak.
Tumbuh dengan minim dukungan keluarga, Xu melakoni berbagai pekerjaan dan dilaporkan berhasil menabung lebih dari 160.000 yuan (Rp435 juta) untuk menikahi kekasihnya, Luo Chui.
Namun, menjelang hari pernikahan, ia menyadari bahwa jumlah kerabat dan teman yang akan hadir tidak cukup untuk mengisi bahkan beberapa meja perjamuan.
Dalam sebuah video yang diunggah di Douyin—versi TikTok di Tiongkok—Xu mengundang masyarakat umum untuk hadir di pernikahannya. Ia mengatakan hanya ingin ada orang-orang yang bisa berbagi momen bahagia bersamanya. Ajakan tersebut dengan cepat menjadi viral.
Apa yang bermula sebagai undangan terbuka bagi segelintir orang asing berkembang menjadi gelombang kebaikan dari berbagai penjuru negeri.
Ribuan orang menyatakan ketertarikan untuk hadir, dan banyak di antaranya rela menempuh perjalanan ke desa tempat tinggal Xu untuk ikut serta dalam perayaan tersebut.
Para tamu datang dengan membawa berbagai hadiah, mulai dari peralatan rumah tangga dan bahan makanan hingga hewan ternak dan perlengkapan pernikahan.
Beberapa sukarelawan juru masak menawarkan diri untuk menyiapkan hidangan perjamuan, sementara yang lain membantu mendekorasi lokasi dan mengatur logistik pernikahan.
Para pendukung juga menyiapkan iring-iringan mobil pengantin; bahkan, seorang simpatisan dikabarkan menyediakan mobil mewah Maybach untuk pasangan pengantin baru tersebut.
Jumlah orang yang hadir begitu besar hingga penyelenggara terpaksa memindahkan acara dari lokasi semula ke ruang publik yang lebih luas.
Pihak berwenang setempat turut membantu dalam pengaturan massa, pengendalian lalu lintas, serta pengawasan keamanan pangan.
Video perayaan tersebut beredar luas di media sosial Tiongkok; banyak pengguna menggambarkan pernikahan itu sebagai pengingat yang kuat akan kebaikan hati sesama manusia.
"Bagi Xiao Xiao Xu, respons ini berarti pernikahannya tidak akan ditentukan oleh anggota keluarga yang telah tiada ataupun meja-meja kosong yang sempat ia khawatirkan," tulis sebuah laporan sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari AsiaOne, Senin, 2 November 2026.
Kisah ini menyentuh hati banyak orang, baik di Tiongkok maupun di luar negeri, mengubah momen keluarga yang mungkin terasa sepi menjadi sebuah perayaan besar yang sarat akan semangat kebersamaan, welas asih, dan kebaikan hati orang-orang asing.