
UPdates - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memastikan penanganan terhadap Hilal (13), korban serangan geng motor di jalan Abu Bakar Lambogo (Ablam), Kecamatan Makassar pada Minggu, 10 Mei 2026, dilakukan secara maksimal dan manusiawi.
Hilal kini menjalani perawatan intensif di RSUD Daya Makassar dan tanpa dipungut biaya.
Menurut Direktur Utama RSUD Daya Makassar, dr. A. Any Muliany, seluruh layanan medis diberikan secara gratis sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menjamin keselamatan warganya, khususnya korban kekerasan jalanan.
You might be interested :
Resmob Polsek Rappocini Makassar Ringkus Dua Anggota Geng Motor “Calon Imam”
“Di RS Daya tidak ada tagihan apa pun kepada pasien (Hilal, red). Perawatan medis gratis,” jelasnya, sebagaimana dilansir Keidenesia.TV dari laman Pemkot Makassar, Senin, 11 Mei 2026.
Melalui skema Jamkesda, Pemkot memastikan seluruh pembiayaan medis korban dalam kondisi darurat sosial dapat ditanggung negara, mengingat kasus-kasus seperti ini tidak tercover dalam skema BPJS Kesehatan.
“Untuk korban begal, kekerasan, maupun tawuran, memang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Namun Bapak Wali Kota masih mengalokasikan anggaran khusus untuk kasus-kasus seperti ini melalui skema Jamkesda,” terang dr. Any.
Dia mengungkapkan bahwa Hilal dirujuk dan tiba di RSUD Daya pada pukul 19.15 WITA setelah sebelumnya mendapatkan penanganan awal di RS Pelamonia.
Proses rujukan dilakukan pada sore hari sebelum akhirnya pasien diterima di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Daya.
Terkait beredarnya kabar mengenai biaya operasi yang disebut-sebut mencapai Rp20 juta, pihak rumah sakit dengan tegas membantah informasi tersebut.
Manajemen RSUD Daya Makassar memastikan bahwa seluruh proses penanganan medis terhadap korban dilakukan secara gratis, sesuai arahan dan kebijakan pemerintah kota.