Ilustrasi KPK (foto:int)

Lagi dan Lagi KPK OTT Kepala Daerah, Sudah 12 di 2026, Kali Ini Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

29 July 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, menambah daftar kepala daerah yang ditangkap karena diduga korupsi.
  • Anom Widiyantoro merupakan kepala daerah ke-12 yang ditangkap KPK lewat OTT sepanjang tahun 2026, dengan berbagai kasus korupsi seperti suap, pemerasan, dan gratifikasi.
  • Sebelumnya, 11 kepala daerah lainnya sudah ditangkap KPK, termasuk Wali Kota Madiun, Bupati Pati, dan Bupati Pekalongan, dengan modus korupsi yang beragam.
  • Bupati Pemalang Anom Widiyantoro baru terpilih pada Pilkada 2024 dan dilantik pada 6 Februari 2025, dengan dukungan dari koalisi beberapa partai.
  • KPK belum mengungkapkan detail kasus yang menjerat Bupati Anom Widiyantoro, termasuk jumlah orang yang ditangkap bersamanya.
  • Operasi OTT ini menunjukkan upaya KPK dalam memberantas korupsi di kalangan kepala daerah, dengan penindakan yang terus-menerus dan efektif.
  • Kasus korupsi ini menimbulkan pertanyaan tentang integritas dan akuntabilitas kepala daerah, serta perlunya pengawasan yang lebih ketat untuk mencegah praktik korupsi.
atau

UPdates—Lagi dan lagi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah. Kali ini giliran Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.

You may also like : saveclip.app 462372625 2863275893837689 6945164358517676646 nKPK Tetapkan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan operasi senyap di wilayah Kabupaten Pemalang tersebut.

You might be interested : kpk walkot semarangTerjerat 3 Kasus, KPK Tahan Wali Kota Semarang dan Suaminya

"Benar," kata Fitroh pada Rabu, 29 Juli 2026 sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari CNN Indonesia.

Fitroh belum mau mengungkap kasus yang menjerat sang bupati. Ia juga belum bisa merinci jumlah orang yang ditangkap selain Bupati Pemalang. "Lebih detailnya ke jubir," ujarnya.

Anom Widyantoro adalah kepala daerah ke-12 yang ditangkap KPK lewat OTT karena diduga korupsi sepanjang 2026 ini.

Sebelumnya, 11 kepala daerah yang sudah lebih dulu diamankan KPK yakni Wali Kota Madiun, Maidi; Bupati Pati, Sudewo; Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq; Bupati Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Muhammad Fikri Thobari; Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman; Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.

Kemudian Bupati Muara Enim, Sumatera Selatan, Edison; Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, Suhardiman Amby; Bupati Langkat, Syah Afandin; Bupati Sukoharjo, Etik Suryani; dan Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini.

Modus korupsi yang dilakukan para kepala daerah beragam, mulai dari suap, pemerasan, hingga penerimaan gratifikasi.

Anom Widyantoro yang berpasangan dengan Nurkholes baru terpilih pada Pilkada 2024 lalu. Mereka dilantik bersama kepala daerah lainnya pada 6 Februari 2025.

Pasangan Anom dan Nurkholes ini didukung oleh koalisi Partai Golkar, Perindo, PSI, Gelora, dan Partai Buruh.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

images (9)

Christopher Paolini

"Tanpa rasa takut, tidak akan ada keberanian."
Load More >