Vladimir Putin (Foto: Dimitro Sevastopol / Pixabay)

Ngeri Ancamannya, Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa: Apakah Ada yang Ingin Laut Baltik seperti Selat Hormuz?  

30 October 2026
Font +
Font -
[ai_summarizer]

UPdates—Presiden Rusia, Vladimir Putin menyatakan bahwa Moskow siap menghadapi kemungkinan perang dengan Eropa—sebuah ancaman provokatif terbaru yang ditujukan ke benua tersebut—meskipun ia mengeklaim bahwa negaranya tidak menginginkan perang.

You may also like : menteri pertahanan jerman gettyDua Kabel Internet Bawah Lautnya Putus, Jerman: Itu Sabotase

Putin mengatakan Rusia akan mendukung langkah apa pun yang bertujuan memulihkan hubungan dengan negara-negara Eropa.

You might be interested : layanan darurat ukraina kereta diserangSerangan Drone Rusia di Stasiun Kereta Api Ukraina Tewaskan 14 Orang

Pernyataan ini disampaikan saat ia mengomentari pembicaraan teleponnya dengan para pemimpin Norwegia dan Finlandia yang berlangsung pada hari Selasa.

Namun, dalam sebuah ancaman yang mengerikan, ia mengatakan bahwa jika ketegangan meningkat terlalu jauh, maka tidak akan ada pihak yang keluar sebagai pemenang perang.

“Pertama-tama, kami siap, tetapi kami tidak menginginkan perang dengan Eropa,” ujar Putin sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari The Independent, Jumat, 30 Oktober 2026.

“Dan jika ada pihak yang menginginkannya, silakan bersiap; namun hingga saat ini, mereka belum mencapai tujuan mereka untuk menimpakan kekalahan strategis terhadap Rusia,” lanjutnya.

“Dan jika situasi berkembang terlalu jauh, sama sekali tidak akan ada pihak yang menang. Jangan ada yang melupakan hal itu," tegasnya mengancam.

Presiden Finlandia Alexander Stubb dan Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Stoere telah mengadakan pembicaraan yang "terus terang dan substantif" dengan presiden Rusia, dalam upaya untuk memengaruhi posisi Kremlin di tengah konflik yang terus berkecamuk di Ukraina.

Putin mengatakan bahwa langkah mereka untuk melakukan pembicaraan tersebut adalah tindakan yang tepat, meskipun ada kritik dari sejumlah ibu kota negara Eropa yang menganggap keduanya telah melanggar kesepakatan bersama dan protokol dengan berkomunikasi langsung dengan Moskow.

Stoere mengatakan bahwa ia dan Stubb telah menekankan pentingnya deeskalasi, seraya menegaskan dukungan kuat mereka bagi Ukraina.

Namun, langkah tersebut menuai kritik dari rekan-rekan mereka di negara-negara Nordik, termasuk Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, yang mendesak para pemimpin Eropa untuk tetap bersatu dalam menyikapi masalah Ukraina.

Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson menyatakan bahwa para pemimpin Eropa lainnya juga mengaku tidak diberitahu mengenai pembicaraan tersebut.

Putin menambahkan bahwa Moskow tidak ingin Laut Baltik mengalami situasi serupa dengan yang terjadi di Selat Hormuz.

Ia menegaskan bahwa Rusia tidak menginginkan adanya hambatan dalam pelayaran di Laut Baltik, seraya menambahkan bahwa pembatasan komunikasi dapat memicu situasi yang mirip dengan kondisi di Selat Hormuz sejak pecahnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran pada bulan Februari.

"Apakah ada pihak yang menginginkan situasi di Laut Baltik sama seperti di Teluk atau Selat Hormuz? Entahlah. Kami tidak menginginkan hal itu, tetapi kami akan menanggapi tantangan apa pun," ujar Putin.

Pada hari Kamis, mantan menteri keuangan Inggris, Rachel Reeves, mendesak Brussels untuk mengambil alih kendali atas aset Rusia senilai £175 miliar yang dibekukan, guna membantu Ukraina mempertahankan diri dari agresi Kremlin di tengah ancaman musim dingin yang berat.

Dalam pernyataan penting pertamanya sejak tidak lagi menjabat di pemerintahan, anggota parlemen dari Partai Buruh tersebut menegaskan kepada Uni Eropa bahwa sekaranglah saatnya untuk bertindak.

Hal ini disampaikan di tengah krisis pendanaan yang dihadapi Kyiv, serta upaya Donald Trump untuk menekan negara yang sedang terkepung itu agar mencapai kesepakatan dengan Moskow.

Menteri Pertahanan Inggris, Wes Streeting pekan ini menyatakan bahwa Inggris harus bersiap menghadapi perang dalam 1.000 hari ke depan, seiring dengan imbauan pemerintah kepada warga Inggris untuk menimbun makanan kaleng dan air minum kemasan.

Dalam tulisannya di surat kabar The Telegraph, Streeting memperingatkan bahwa pihak-pihak yang memusuhi Inggris mungkin akan siap melancarkan serangan terhadap negara tersebut pada tahun 2030.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Mark Twain

"Rahasia untuk maju adalah memulai."
Load More >