Jorlan Alves da Silva ditangkap saat menyamar sebagai wanita (Foto: Harrisons/New York Post)

Nyamar sebagai Wanita, Pembunuh Berantai dengan Korban Terbanyak di Brasil Ditangkap saat Coba Kabur, Akui 80 Pembunuhan

17 September 2026
Font +
Font -
[ai_summarizer]

UPdates—Seorang terduga pembunuh berantai yang mengaku telah melakukan 80 pembunuhan ditangkap di Brasil saat mencoba melarikan diri dengan menyamar sebagai wanita.

You may also like : rekor ciumCium Pacar 195 Kali dalam 30 Detik, Dokter di Brasil Bikin Rekor Dunia

Sebuah video dramatis memperlihatkan polisi menangkap Jorlan Alves da Silva (33 tahun) yang mengenakan gaun bermotif garis-garis dan rambut palsu (wig) panjang berwarna hitam yang tampak longgar.

Menurut laporan Record R7, Jorlan Alves da Silva ditangkap dalam sebuah penggerebekan di Mulungu di negara bagian Paraiba, Brasil timur laut.

Saat penangkapan, Jorlan Alves da Silva yang tampak tersenyum itu juga mengenakan sandal wanita, kacamata hitam, dan cat kuku, serta membawa seorang anak berusia 2 tahun.

Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari New York Post, Kamis, 17 September 2026, O Globo melaporkan bahwa polisi masih berupaya mencari tahu bagaimana ia bisa bersama anak kecil tersebut.

Sebelumnya, aparat keamanan mendeteksi dan menghentikan kendaraan yang digunakan oleh Jorlan Alves da Silva dan terduga kaki tangannya yang lain.

Polisi lalu menangkap satu orang di dalamnya, namun Jorlan Alves da Silva berhasil meloloskan diri, menurut laporan tersebut.

Menurut polisi, Jorlan Alves da Silva diduga sebagai pembunuh berantai yang telah melakukan setidaknya 15 pembunuhan atas perintah geng kejahatan terorganisir hanya dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

Saat menjalani pemeriksaan, Jorlan Alves da Silva yang ditangkap setelah operasi yang berlangsung selama 48 jam dilaporkan mengaku telah membunuh sekitar 80 orang sepanjang hidupnya.

Menurut Detektif Douglas Garcia dari Kepolisian Sipil, dia diduga mengaku melakukan pembunuhan pertamanya pada usia 13 tahun dan sempat menjalani hukuman penjara selama lima hingga enam tahun akibat berbagai pelanggaran lain sepanjang hidupnya, sebelum dibebaskan pada akhir Mei tahun ini.

Menurut polisi, salah satu kasus yang sedang diselidiki adalah pembunuhan terhadap dua orang pengusaha pada tanggal 1 Agustus di Rio Tinto.

Detektif Garcia mengatakan bahwa Jorlan memberikan petunjuk yang akurat kepada pihak berwenang mengenai lokasi penguburan salah satu jenazah.

Namun, klaimnya mengenai keterlibatan dalam 80 kasus pembunuhan masih dalam penyelidikan.

Jika terbukti benar, Jorlan akan menjadi pembunuh berantai dengan jumlah korban terbanyak dalam sejarah Brasil, melampaui Pedro Rodrigues Filho—yang dijuluki "Dexter dari Brasil"—yang divonis bersalah atas 71 pembunuhan namun mengklaim telah membunuh lebih dari 100 orang.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Mark Twain

"Rahasia untuk maju adalah memulai."
Load More >