
UPdates - Pemimpin Umat Katolik Sedunia, Paus Leo XIV menegaskan dirinya tidak berniat menanggapi kritik keras Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan tetap fokus menyerukan perdamaian.
Pernyataan tersebut disampaikan Paus Leo XIV kepada wartawan di dalam pesawat kepausan saat penerbangan menuju Aljazair untuk kunjungan perdananya ke Afrika. Hal ini seperti dilaporkan AFP, pada Senin 13 April 2026 waktu setempat.
“Saya bukan seorang politikus. Saya tidak berniat untuk berdebat dengannya. Pesannya masih sama, untuk mempromosikan perdamaian,” ujar Paus Leo XIV, dilansir Keidenesia.TV dari RRI, Selasa, 14 April 2026.
You might be interested :
Persamaan dan Perbedaan Paus Robert Prevost - Paus Fransiskus dan Reaksi Trump
Sebelumnya, Trump melontarkan kritik tajam kepada Paus Leo XIV yang mengecam perang antara AS dan Iran. Trump menyebut Paus Leo XIV 'sangat buruk untuk kebijakan luar negeri'.
“Kita tidak menyukai Paus yang mengatakan bahwa memiliki senjata nuklir itu boleh-boleh saja. Dia adalah orang yang tidak berpikir bahwa kita harus bermain-main dengan negara yang menginginkan senjata nuklir, sehingga mereka dapat menghancurkan dunia,” kata Trump.
“Saya bukan penggemar Paus Leo,” ujarnya.
Paus Leo XIV dikenal sebagai Paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat dan vokal soal perang.
Ia kerap vokal menentang perang yang melibatkan AS dan Israel terhadap Iran. Pekan lalu, Paus Leo XIV mengutuk retorika dan ancaman Trump terhadap rakyat Iran, yang disebutnya 'benar-benar tidak dapat diterima.'
Dalam pernyataan terpisah di platform media sosial Truth Social, Trump kembali mengkritik Paus Leo XIV dan menyebutnya lemah.
“Saya tidak menginginkan seorang Paus yang mengkritik Presiden Amerika Serikat,” kata Trump.
Ia juga mengklaim Paus Leo XIV tidak masuk daftar kandidat Paus dan disebut 'dipilih karena berasal dari Amerika'. Meski demikian, Paus Leo XIV menegaskan fokusnya tetap pada upaya mendorong perdamaian global di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.