
UPdates—Media Iran pada hari Jumat merilis rekaman yang diklaim menunjukkan serangan Iran terhadap kapal perusak AS di dekat Selat Hormuz.
You may also like :
Trump Akhirnya Perintahkan Rilis File Soal Alien dan UFO yang Dibocorkan Obama
Rekaman tersebut ditayangkan setelah Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengkonfirmasi telah melakukan operasi rudal dan drone terhadap kapal-kapal angkatan laut AS di dekat jalur air strategis tersebut.
You might be interested :
Besok, Jepang Bidik Tiket Pertama Piala Dunia 2026 Lewat Kualifikasi, Argentina dan Iran Menyusul
IRGC mengatakan operasi tersebut terjadi setelah apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran gencatan senjata AS yang melibatkan serangan terhadap kapal tanker minyak Iran di dekat pelabuhan Jask.
Menurut pernyataan tersebut, pasukan Iran menggunakan rudal balistik, rudal jelajah anti-kapal, dan drone peledak selama operasi tersebut.
IRGC mengklaim penilaian intelijen menunjukkan kapal-kapal AS yang menjadi sasaran mengalami "kerusakan signifikan" dan bahwa tiga kapal perusak mundur dari area Selat Hormuz.
Kantor Berita Tasnim melaporkan bahwa kapal-kapal tersebut mundur menuju Laut Oman. Sementara penyiar negara Iran IRIB mengatakan "unit musuh" yang menjadi sasaran mengalami kerusakan sebelum mundur.
Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada ABC News pada hari Kamis bahwa serangan AS hanyalah "sentuhan ringan" dan mengatakan gencatan senjata tetap berlaku.
Setelah itu, Trump di platform media sosialnya, Truth Social, mengatakan tiga kapal perusak AS telah melewati Selat Hormuz dengan sangat sukses meski "dihujani tembakan."
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Jumat, 8 Mei 2026, ia mengatakan tidak ada kerusakan pada ketiga kapal perusak tersebut.
“Tetapi kerusakan besar terjadi pada penyerang Iran," katanya sambil mendesak Teheran untuk segera mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik secara permanen.