Juru Bicara Utama Kremlin, Dmitry Peskov (Foto: Anadolu)

Rusia Bilang Iran tidak Minta Bantuan Militer, Turki dan Azerbaijan juga Diserang

5 March 2026
Font +
Font -

UPdates—Iran tidak meminta dukungan militer Rusia sejak Amerika Serikat dan Israel mulai melancarkan serangan Sabtu lalu.

You may also like : menlu indonesia97 Warga Indonesia Dievakuasi dari Iran, 289 Pilih Bertahan

Demikian pernyataan Kremlin pada hari Kamis, seiring dengan terus meluasnya perang di Timur Tengah.

You might be interested : ledakan iranLedakan Dahsyat di Pelabuhan Iran, 516 Orang Terluka

“Tidak ada permintaan dari Iran dalam kasus ini,” kata juru bicara utama Kremlin, Dmitry Peskov kepada wartawan selama briefing harian sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari The Moscow Times, Kamis, 5 Maret 2026.

Moskow merupakan salah satu sekutu utama Iran dan potensi runtuhnya rezim Iran dapat mengancam kepentingan geopolitik dan ekonomi Rusia.

Utusan Rusia untuk PBB pekan ini mengutuk serangan terhadap Iran menyebutnya sebagai tindakan agresi bersenjata yang disengaja, direncanakan, dan tanpa provokasi.

Pada tahun 2025, Rusia dan Iran menandatangani perjanjian kemitraan strategis yang mencakup ketentuan untuk melawan ancaman bersama.

Namun, pakta tersebut tidak mencakup kewajiban pertahanan bersama, tidak seperti perjanjian keamanan yang telah ditandatangani Rusia dengan Korea Utara.

Perjanjian keamanan Rusia-Korut mencakup kerja sama militer jika ada salah satu pihak diserang.

Presiden Rusia, Vladimir Putin telah menyampaikan belasungkawa atas apa yang disebutnya sebagai "pembunuhan sinis" terhadap Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, tetapi belum berkomentar secara terbuka mengenai serangan AS dan Israel yang sedang berlangsung di Iran.

Para analis mengatakan bahwa respons Rusia kemungkinan besar akan terbatas pada pernyataan di forum internasional seperti Dewan Keamanan PBB.

“Posisi kami konsisten dan diketahui oleh semua orang, dan tidak ada perubahan,” kata Peskov kepada wartawan.

Wilayah Turki dan Azerbaijan juga Diserang

Pada hari Rabu waktu setempat, Kementerian Pertahanan Nasional Turki mengatakan bahwa sebuah amunisi balistik yang ditembakkan dari Iran dan diarahkan ke wilayah udara Turki telah dicegat dan dinetralisir oleh unit pertahanan udara dan rudal NATO di Mediterania Timur.

Sementara pada hari Kamis, Kementerian Luar Negeri Azerbaijan mengatakan bahwa eksklave Nakhchivan mereka dihantam oleh drone yang diluncurkan dari wilayah Iran.

Satu drone menghantam gedung terminal Bandara Internasional Nakhchivan. Sedangkan drone lainnya jatuh di dekat gedung sekolah di desa Shakarabad.

Tidak ada komentar dari Iran mengenai laporan tersebut.

Serangan-serangan tersebut terjadi ketika Israel dan AS terus melakukan serangan besar-besaran terhadap Iran sejak Sabtu, menewaskan sedikitnya 926 orang, termasuk Ali Khamenei dan para pejabat militer tinggi.

Iran telah membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi tempat aset militer AS berada.

Font +
Font -