
UPdates—Sebuah jet RAF yang ditumpangi Menteri Pertahanan Inggris, John Healey mengalami gangguan sinyal saat terbang di dekat perbatasan Rusia, yang menurut sumber pertahanan merupakan gangguan sembrono dari pihak Moskow.
You may also like :
Tragedi Parade Juara Liverpool, 47 Orang Terluka dalam Tabrakan Massal, Pengemudi Diduga Mabuk
Seperti yang pertama kali dilaporkan oleh The Times, John Healey sedang dalam perjalanan kembali ke Inggris pada hari Kamis setelah mengunjungi tentara Inggris di Estonia ketika serangan elektronik terjadi.
You might be interested :
Tegang dengan Rusia, Polandia Kerahkan 40.000 Tentara ke Perbatasan, China Minta Berunding
Disebutkan bahwa ponsel pintar dan laptop tidak dapat terhubung ke internet dan pilot harus menggunakan sistem navigasi yang berbeda karena GPS pesawat dinonaktifkan selama penerbangan tiga jam tersebut.
"Ini adalah campur tangan Rusia yang sembrono, tetapi RAF (Angkatan Udara Kerajaan Inggris) telah siap untuk menghadapi aktivitas ini," kata sumber di pertahanan sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Sky News, Senin, 25 Mei 2026.
Tidak diketahui apakah Healey sengaja menjadi sasaran, tetapi jalur penerbangan pesawat Dassault Falcon 900LX terlihat di situs web pelacakan, lapor surat kabar tersebut.
Penumpang di dalam pesawat, termasuk fotografer dan seorang reporter, diberitahu bahwa pesawat masih dapat beroperasi dengan aman meskipun ada gangguan.
Insiden ini terjadi beberapa hari setelah Kementerian Pertahanan (MoD) mengatakan dua jet Rusia berulang kali dan secara berbahaya mencegat pesawat mata-mata RAF di atas Laut Hitam.
Dikatakan bahwa sebuah jet Su-35 Rusia terbang sangat dekat dengan pesawat Inggris sehingga memicu sistem daruratnya, termasuk menonaktifkan autopilot, sementara salah satu Su-27 negara itu juga terbang enam meter dari hidung pesawat Rivet Joint yang tidak bersenjata dan melakukan enam kali manuver di depannya.
MoD dan Kementerian Luar Negeri mengutuk perilaku berbahaya dan tidak dapat diterima tersebut dalam sebuah pengaduan kepada Kedutaan Besar Rusia.