
UPdates—Setidaknya 16 orang tewas dan 100 lainnya terluka di Ukraina ketika Rusia menargetkan negara itu dengan serangan drone dan rudal besar-besaran pada hari Rabu hingga Kamis pagi.
You may also like :
Biden Izinkan Ukraina Pakai Rudal Jarak Jauh Amerika untuk Serang Rusia
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy menyebut Rusia meluncurkan hampir 700 drone dan 19 rudal balistik, bersama dengan rudal jelajah.
You might be interested :
Trump ke Presiden Ukraina: Mengapa Anda belum Menyerang Moskow?
Ia mengklaim Ukraina menembak jatuh sekitar 636 drone dan beberapa rudal. "Sayangnya, tidak semuanya," katanya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari ABC News, Kamis, 16 April 2026.
Ke-16 orang yang tewas tersebar di seluruh Ukraina. Zelenskyy mengatakan hingga saat ini, setidaknya 100 orang dilaporkan terluka.
"Tragisnya, ada korban jiwa di Odesa, Kyiv, dan Dnipro," katanya dalam sebuah unggahan media sosial.
"Di antara yang tewas adalah seorang anak laki-laki -- dia berusia 12 tahun. Belasungkawa saya kepada keluarga dan orang-orang terkasih," lanjutnya.
Sebagian besar rudal menargetkan Kyiv, ibu kota, kata presiden, tetapi kerusakan dan korban jiwa juga dilaporkan di seluruh negeri.
Beberapa rudal atau drone yang berhasil menembus pertahanan Ukraina menghantam dan merusak bangunan tempat tinggal.
"Malam ini telah membuktikan bahwa Rusia tidak pantas mendapatkan pelonggaran kebijakan global atau pencabutan sanksi," kata Zelenskyy.
"Rusia bertaruh pada perang, dan tanggapannya harus persis seperti itu: kita harus membela nyawa dengan segala cara yang tersedia, dan kita juga harus memberikan tekanan demi perdamaian dengan kekuatan penuh yang sama," tandasnya.
Para pejabat Rusia mengatakan pada hari Kamis bahwa Ukraina meluncurkan serangan drone sendiri yang menargetkan beberapa wilayah di Rusia.
Moskow mengatakan militernya menembak jatuh lebih dari 200 drone. Setidaknya satu drone Ukraina menghantam pelabuhan di pantai Laut Hitam Rusia, bersama dengan kota-kota pesisir lainnya, kata gubernur setempat.